Depok |Sketsa Online – Video yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, sempat menjadi perbincangan di media sosial. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai kelancaran sistem pengelolaan sampah di Kota Depok.
Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Berbagai langkah dilakukan sehingga aktivitas pembuangan sampah yang sempat tersendat kini telah kembali berjalan normal.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel dan mengoptimalkan penggunaan alat berat setelah menerima laporan mengenai kepadatan kendaraan di area TPA.
“Alhamdulillah sudah diatasi karena kami banyak melibatkan personel dan alat berat. Di samping itu kami juga langsung melakukan penataan sampah di TPA setelah mendapat laporan antrean panjang,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kepadatan tersebut dipicu oleh kendala operasional yang terjadi di dalam kawasan TPA sehari sebelumnya. Keterbatasan ruang gerak kendaraan saat membongkar muatan serta kerusakan pada salah satu alat berat menyebabkan proses penanganan sampah berlangsung lebih lambat dari biasanya.
“Antrean di lokasi TPA karena kemarin ada kendala di TPAnya, terutama untuk manuver kendaraan dan alat berat yang rusak,” jelasnya.
Situasi tersebut berdampak pada bertambahnya waktu tunggu armada pengangkut sampah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Depok. Akibatnya, antrean kendaraan sempat terlihat mengular hingga menjadi perhatian masyarakat.
Sebagai upaya percepatan penanganan, DLHK melakukan sejumlah penyesuaian di lapangan. Salah satunya melalui pengaturan kendaraan non-plat merah yang masuk ke area TPA agar aktivitas utama pembuangan sampah dapat berlangsung lebih lancar.
“Strategi dengan melakukan pengaturan kendaraan non-plat merah yang masuk ke TPA,” kata Reni.
Selain itu, petugas juga melakukan penataan lanjutan setelah proses pembuangan selesai. Langkah tersebut bertujuan menciptakan ruang yang lebih memadai sehingga mobil pengangkut dapat bergerak dengan lebih leluasa.
“Kami lakukan operasi di TPA setelah selesai pembuangan supaya ruang untuk manuvernya lebih leluasa,” tambahnya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kelancaran pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada armada pengangkut, tetapi juga pada kesiapan sarana pendukung di lokasi pembuangan akhir.
Ketersediaan alat berat, penataan area kerja, serta pengaturan lalu lintas kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan layanan kebersihan perkotaan.
Lebih lanjut, Reni menegaskan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi guna memastikan operasional di TPA Cipayung berjalan optimal. Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kota Depok tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak TPA untuk memastikan kelancaran operasional. Masyarakat tidak perlu khawatir, layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal,” tegasnya.
Saat ini, kondisi di TPA Cipayung telah kembali terkendali. Arus kendaraan pengangkut sampah berlangsung lancar dan tidak lagi terlihat penumpukan seperti yang sempat viral di media sosial.
“Ke depan, DLHK Kota Depok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya. (el’s)

