Puluhan Tahun Macet, Penataan Pasar Cisalak Masuk Tahap Implementasi

Depok | Sketsa Online – Upaya menata kembali kawasan Pasar Cisalak akhirnya memasuki tahap implementasi setelah bertahun-tahun menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Aktivitas perdagangan yang meluas hingga badan jalan selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan menurunnya fungsi ruang publik.

Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Satgas Pasar Cisalak mulai menjalankan langkah konkret untuk mengembalikan kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan yang tertib, aman, dan nyaman.

Berbeda dengan pendekatan yang identik dengan tindakan represif, proses ini mengedepankan komunikasi dan kesepahaman.

Satgas Pasar Cisalak yang dipimpin Yulizar bersama Sekretaris Satgas Munir menjadi ujung tombak dalam membangun dialog dengan para pedagang agar relokasi berlangsung secara sukarela, tanpa gesekan, serta tetap mengedepankan kepentingan semua pihak.

Langkah tersebut diperkuat melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemerintah menyiapkan dukungan teknis, administrasi, hingga fasilitas relokasi agar para pedagang tidak hanya dipindahkan, tetapi juga memperoleh kepastian tempat usaha yang layak.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang dihadiri Sekretariat Daerah, Bagian Pemerintahan, Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Perhubungan (Dishub), serta perangkat daerah terkait lainnya.

Sekretaris Satgas Pasar Cisalak, Munir, mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar setiap tahapan berjalan selaras dan seluruh perangkat daerah dapat menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

“Hari ini seluruh OPD terkait berkumpul untuk memastikan rencana penataan pasar dan kawasan sekitarnya berjalan sesuai tahapan,” ujarnya pada Senin (27/7/26).

Berdasarkan pendataan Disdagin, sekitar 420 pedagang akan dipindahkan ke dalam area pasar. Ketersediaan lebih dari 680 los dan kios dinilai mencukupi untuk menampung seluruh pedagang yang selama ini berjualan di luar area resmi.

Untuk mendukung proses tersebut, rapat juga menyepakati kemudahan penempatan kios serta skema penangguhan pembayaran sewa bagi pedagang yang belum mampu memenuhi ketentuan pembayaran di muka sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

“Kalau memang belum mampu membayar sesuai ketentuan, akan disiapkan formulir penangguhan pembayaran los maupun kios. Itu menjadi salah satu komitmen dari Disdagin,” jelas Munir.

Menurut Munir, Wakil Wali Kota Depok Candra Ramansa turut mengapresiasi pendekatan persuasif yang diterapkan Satgas Pasar Cisalak. Strategi tersebut dinilai berhasil menciptakan suasana kondusif sehingga tahapan awal dapat berlangsung tanpa benturan maupun tindakan penertiban secara paksa.

Sementara itu, Ketua Satgas Pasar Cisalak, Yulizar, menegaskan bahwa dialog menjadi langkah utama dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Namun, setelah seluruh proses sosialisasi dan imbauan dijalankan, penegakan aturan tetap diperlukan untuk menjaga ketertiban yang telah dibangun.

“Penataan kawasan bukan dimaksudkan untuk membatasi ruang usaha pedagang, melainkan memastikan aktivitas ekonomi berlangsung di lokasi yang semestinya tanpa mengurangi hak masyarakat atas jalan dan fasilitas umum,” katanya.

Kawasan yang menjadi prioritas meliputi Jalan Gadok, Jalan Uhan, Jalan Koja, hingga area tengah Piranti yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan akibat aktivitas perdagangan di badan jalan.

Bagi Yulizar, keberhasilan implementasi tidak hanya ditandai dengan berpindahnya pedagang ke dalam pasar.

Lebih dari itu, keberhasilan diukur dari tumbuhnya kesadaran bersama bahwa kawasan yang tertata akan menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat, meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperlancar arus lalu lintas, serta mengembalikan fungsi ruang publik bagi masyarakat.

“Kami ingin penataan ini menjadi solusi, bukan persoalan baru. Ketika pedagang memperoleh tempat usaha yang layak, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, dan ruang publik kembali berfungsi sebagaimana mestinya, maka tujuan penataan benar-benar tercapai,” tutup Yulizar. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler