Mandailing Natal, | Sketsa Online.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar sosialisasi di MAN 2 Mandailing Natal, pada Selasa, (8/09/2026).
Acara Bertajuk “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu di Luar Tahapan” ini dilaksanakan di lapangan MAN 2 Mandailing Natal, dihadiri seluruh siswa, dewan guru, dan staf tata usaha. Acara dimulai pukul 07.30 WIB. Meski cuaca sedikit mendung, namun suasana tetap hangat. Siswa dan siswi yang hadir tampak antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh narasumber.
Pada kesempatan itu, Bambang Saswanda, S.I.Kom tampil sebagai narasumber. Bambang merupakan Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal.
Ia hadir didampingi dua staf BAWASLU Mandailing Natal (Madina) yaitu Muhammad Syukri dan Ahmad Rizky.
Sebagai putra daerah, mereka datang membawa inspirasi bagi siswa, apalagi Syukri dan Rizky yang notabene merupakan alumni dari MAN 2 Madina. Ditambah lagi Ahmad Rizki mantan ketua OSIM di madrasah itu. Tentu saja kehadiran mereka menjadi hal yang membanggakan bagi madrasah.
Sebelum memulai penyampaian materi sosialisasi, Bambang Saswanda lebih dahulu menyapa siswa dengan memperkenalkan diri, dan kemudian menyampaikan tujuan kedatangan mereka.
Ia tidak hanya menyampaikan sosialisasi tentang pemilu kepada siswa dan siswi MAN 2 Mandailing Natal tetapi juga berbagi pengalaman tentang seorang anak yang berasal dari kampung kecil namun bisa terbang mengelilingi Indonesia.
Dalam durasi waktu kurang lebih lima belas menit, ia berbagi pengalaman dan menyampaikan sosialisasi tersebut.
Ia menceritakan pengalamannya lebih dulu. Tujuannya bercerita adalah untuk memantik semangat siswa agar mereka tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi meski keadaan tidak memungkinkan untuk mencapai impian tersebut.
“Jika orang-orang tidak percaya dengan dirimu dan mimpimu, maka satu-satunya orang yang harus percaya dengan dirimu dan mimpimu itu adalah dirimu sendiri. Maka buktikan,” pesan nya terhadap para siswa MAN 2 Madina.
Ia bercerita banyak tentang mimpi yang bisa diraih dengan modal percaya diri dan gigih dalam berjuang.
Setelah berbagi pengalaman, ia mensosialisasikan pemilu kepada siswa-siswi yang memenuhi lapangan madrasah.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan seputar pengawasan partisipasif pemilu dan memberi tahu kepada mereka apa saja syarat menjadi seorang pemilih.

“Syarat menjadi pemilih berusia 17 tahun dan sudah menikah atau sudah pernah menikah. Tetapi jangan sampai sudah menikah dulu baru 17 tahun,” ujarnya sambil bergurau, namun arti gurauan ini mengandung nasihat luar biasa, agar siswa-siswi yang ada di hadapannya jangan sampai salah melangkah.
Di sisi lain, ia juga mengajak mereka untuk bijak dalam memilih, karena satu suara yang diberikan bisa mengubah masa depan bangsa. Dalam sosialisasi itu, ia berharap siswa-siswi yang ada di hadapannya suatu hari nanti berdiri di tempat ia berdiri sekarang, bercerita tentang pengalaman mereka meraih mimpi. Ia juga berharap, ada di antara mereka nantinya bertugas sebagai anggota Bawaslu kabupaten bahkan menjadi Bawaslu Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Madina, Zulfrinsyah, S.Ag, menyambut positif giat sosialisasi yang digelar di sekolah nya.
“Tentu kami sangat mengapresiasi dan mendukung acara sosialisasi dari pihak BAWASLU Madina. Terimakasih juga atas motivasi yang diberikan pihak BAWASLU Madina disela-sela penyampaian materi sosialisasi. Harapan kita bersama, melalui kegiatan ini pengetahuan siswa bisa bertambah dan partisipasi dalam menyukseskan Pemilu serta partisipasi pengawasan penyelenggaran Pemilu bisa bertambah,” tutup Kepala MAN 2 Madina, Zulfrinsyah, S.Ag. (Rilis Humas MAN 2 Madina/Risna Yanti)







