Depok | Sketsa Online – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan fisik, teknik, dan strategi bertanding.
Di balik target meraih prestasi, perlindungan terhadap atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang profesional dan berkelanjutan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok pun memastikan seluruh atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Depok memperoleh jaminan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Hingga saat ini, sebanyak 744 atlet telah didaftarkan dalam program tersebut sebagai bentuk mitigasi risiko selama menjalani pemusatan latihan hingga seluruh rangkaian Porprov Jawa Barat 2026.
Ketua KONI Kota Depok, Heri Suprianto, mengatakan pemberian perlindungan kepada atlet merupakan wujud komitmen organisasi dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan atlet sebagai aset olahraga daerah.
Menurutnya, setiap atlet memiliki potensi mengalami cedera akibat tingginya intensitas latihan maupun saat bertanding. Karena itu, jaminan perlindungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembinaan olahraga modern.
“Kita dalam melindungi atlet itu juga maksimal. Karena hampir 744 atlet itu kita cover BPJS Ketenagakerjaan. Artinya kita sungguh-sungguh memperhatikan jangan sampai mereka cedera. Kalau mereka cedera, semaksimal mungkin bisa ditangani secara cepat,” ujar Heri, dilansir dari Portal Resmi Pemerintah Kota Depok, Rabu (22/7/2026).
Tidak hanya menghadirkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, KONI Kota Depok juga menjalin kerja sama dengan Eka Hospital untuk memperkuat layanan kesehatan bagi atlet.
Melalui kolaborasi tersebut, atlet yang mengalami cedera dapat memperoleh penanganan medis secara cepat oleh dokter spesialis yang memahami cedera olahraga.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus meminimalkan dampak cedera terhadap performa atlet selama menjalani persiapan maupun pertandingan.
Bagi KONI, dukungan layanan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan olahraga prestasi. Atlet yang merasa aman dan terlindungi diyakini dapat lebih fokus menjalani program latihan serta tampil lebih percaya diri saat membawa nama Kota Depok di arena kompetisi.
“Ketika cedera, mereka harus ditangani oleh dokter yang memang spesialis, yang memahami itu. Terkait BPJS Ketenagakerjaan, kita bekerja sama dengan Eka Hospital. Seluruh atlet itu di-cover oleh mereka,” jelasnya.
Ia menjelaskan, cakupan perlindungan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi atlet. Dalam waktu dekat, para pelatih juga akan dimasukkan ke dalam skema yang sama sehingga jumlah penerima manfaat diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1.000 orang.
“744 atlet mungkin akan berkembang dengan pelatih sekitar 1.000 orang. Itu semua di-cover,” katanya.
Program perlindungan tersebut berlaku sepanjang rangkaian Porprov Jawa Barat 2026, mulai dari masa persiapan, pelaksanaan pertandingan, hingga tahap pasca-pertandingan yang berlangsung sampai Desember 2026.
Dengan skema tersebut, atlet maupun pelatih diharapkan dapat menjalankan tugas tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko cedera, sehingga dapat lebih berkonsentrasi memberikan performa terbaik bagi Kota Depok.
Menutup pernyataannya, Heri menegaskan, sinergi antara KONI Kota Depok, BPJS Ketenagakerjaan, dan Eka Hospital menjadi contoh bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas latihan, pelatih, maupun fasilitas.
Lebih dari itu, prestasi juga lahir dari hadirnya sistem perlindungan yang memberikan rasa aman bagi para atlet sebagai ujung tombak daerah di arena kompetisi.
“Untuk Porprov. Mereka meng-cover sampai bulan Desember. Jadi sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan, sampai pasca. Saya pikir ini luar biasa karena membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Ini kerja sama yang sangat baik,” tutupnya. (el’s)



