Wujud Komitmen Infrastruktur, DPUPR Depok Rampungkan 95 Titik Pembangunan Drainase dan Turap

Depok | Sketsa Online – Pembangunan infrastruktur yang baik tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah bangunan atau panjang saluran yang dibangun, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar sebagai upaya menciptakan kota yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Hingga saat ini, DPUPR Kota Depok telah merampungkan 95 titik pembangunan drainase dan turap yang tersebar di berbagai wilayah.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pengendalian air, mengurangi potensi genangan, serta menjaga ketahanan infrastruktur di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan drainase dan turap bukan hanya soal membuat saluran atau membangun dinding penahan tanah. Infrastruktur ini memiliki fungsi penting untuk memperlancar aliran air, mengurangi risiko genangan, melindungi lingkungan sekitar, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, setiap pembangunan harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Yodi pada Rabu (10/6/26).

Berdasarkan data DPUPR Kota Depok, dari total 95 titik pekerjaan yang telah direalisasikan, terdiri atas:

  • 61 titik peningkatan bangunan perkuatan tebing (turap)
  • 12 titik peningkatan sistem drainase perkotaan
  • 11 titik peningkatan tanggul sungai
  • 9 titik peningkatan jaringan irigasi permukaan, dan
  • 2 titik pembangunan sistem drainase lingkungan.

Pembangunan tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pengelolaan air di Kota Depok. Drainase yang berfungsi optimal akan mempercepat aliran air hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman maupun jalan raya.

Sementara itu, turap dan tanggul sungai berperan menjaga kestabilan tebing agar tidak mudah longsor atau terkikis arus air.

Di sisi lain, peningkatan jaringan irigasi permukaan juga mendukung kelancaran distribusi air pada saluran yang ada sehingga fungsi infrastruktur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Yodi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Infrastruktur yang telah dibangun harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara drainase maupun turap yang telah dibangun, tidak membuang sampah ke saluran air, serta ikut menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata,” ucapnya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Menutup pernyataannya, Yodi mengatakan melalui penyelesaian 95 titik pembangunan drainase dan turap, DPUPR Kota Depok menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar memenuhi target pekerjaan, melainkan membangun fondasi kota yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan.

“Komitmen tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan Kota Depok yang semakin maju, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya,” tutup Yodi. (el’s)

Terpopuler