Misi Tembus Porprov Jabar 2026: KONI Depok Optimistis 70 Persen Cabor Berpotensi Emas

Depok | Sketsa Online – Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Depok, Herry Suprianto, optimistis sekitar 70 persen cabang olahraga (cabor) yang dipersiapkan menuju Porprov Jawa Barat 2026 berpeluang menyumbangkan medali emas bagi Kota Depok.

Optimisme tersebut muncul dari hasil evaluasi dan pemetaan pembinaan olahraga yang dilakukan KONI Kota Depok sejak pelaksanaan Porprov sebelumnya.

Penilaian potensi prestasi tidak hanya berfokus pada raihan medali, tetapi juga mencakup kualitas pembinaan atlet, kekuatan organisasi, serta kemampuan menjaga regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Herry menjelaskan, KONI Kota Depok saat ini melakukan klasifikasi cabang olahraga berdasarkan perkembangan prestasi dan kualitas pembinaannya.

Cabang olahraga yang menunjukkan peningkatan performa, aktif menjalankan pembinaan, serta mampu membangun regenerasi atlet menjadi prioritas dalam penguatan program menuju Porprov Jawa Barat 2026.

“Prestasi olahraga itu tidak lahir secara instan. Harus ada organisasi yang aktif, pelatih yang serius, pembinaan yang berjalan terus, dan regenerasi atlet yang terjaga,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor KONI Depok, pada Selasa (26/5/26).

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, keberhasilan olahraga daerah tidak dapat hanya bergantung pada atlet yang sudah berprestasi. Sebuah cabang olahraga harus memiliki sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet baru secara konsisten agar prestasi dapat terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, KONI Kota Depok menjadikan pembinaan usia dini dan pengembangan klub olahraga sebagai fokus utama dalam membangun olahraga prestasi.

Klub olahraga dinilai memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya atlet-atlet potensial, sekaligus ruang pembentukan disiplin, mental bertanding, sportivitas, dan karakter sejak usia muda.

“Kalau sebuah cabang olahraga hanya mengandalkan atlet lama tanpa menyiapkan atlet baru, tentu lama-lama akan menurun. Maka pengembangan klub dan pembinaan usia dini menjadi sangat penting,” katanya.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, sejumlah cabang olahraga menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ada cabang olahraga yang sebelumnya belum terlalu diperhitungkan kini mulai mampu bersaing di tingkat nasional.

“Dulu ada cabang olahraga yang mungkin hanya meraih perak atau belum terlalu diperhitungkan, tetapi sekarang perkembangannya sangat baik. Bahkan ada juga cabang olahraga baru yang sudah mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.

Beberapa cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas bagi Kota Depok pada Porprov Jawa Barat 2026 antara lain terjun payung, karate, taekwondo, dayung, arung jeram, menembak, gateball, hoki, panahan, paralayang, atletik, balap sepeda, basket, berkuda, hingga tinju.

Sejumlah cabang olahraga tersebut juga telah melahirkan atlet yang tampil di level nasional maupun internasional, termasuk ajang SEA Games. Kondisi itu menjadi indikator bahwa kualitas pembinaan olahraga di Kota Depok mulai berkembang ke arah yang lebih kompetitif.

Pada Porprov Jawa Barat 2026 mendatang, Kota Depok menargetkan mampu masuk 10 besar klasemen akhir dengan raihan sekitar 30 medali emas dari 51 cabang olahraga yang berhasil lolos.

Menutup pernyataannya, Herry menekankan bahwa target prestasi harus dibangun secara realistis melalui proses pembinaan berkelanjutan, bukan hanya persiapan jangka pendek menjelang pertandingan.

Olahraga prestasi membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari organisasi olahraga, pelatih, atlet, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Ia menilai keberhasilan olahraga daerah tidak semata-mata diukur dari jumlah medali, melainkan dari kemampuan daerah membangun sistem pembinaan yang sehat, profesional, dan mampu melahirkan atlet secara berkesinambungan.

“Yang paling penting adalah bagaimana olahraga di Kota Depok terus berkembang, pembinaan berjalan, atlet bertambah, dan prestasi bisa terus dijaga secara berkelanjutan,” tutupnya. (el’s)

Terpopuler