Untuk Indonesia! Jiacep Gandeng Universitas Gunadarma Rintis Model Peradaban Pendidikan Berbasis Masyarakat

Depok | Sketsa Online – Dalam upaya menghadirkan model pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, Yayasan GHAMA menggandeng Universitas Gunadarma untuk mengembangkan GHAMA EDUCITY, sebuah kawasan pendidikan terpadu yang dirancang menjadi pusat pembelajaran, inovasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak sebagai langkah awal membangun ekosistem pendidikan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, hingga penguatan kapasitas sosial dalam satu kawasan yang berkelanjutan.

Ketua Pembina Yayasan GHAMA, Jiacep, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar untuk mewujudkan konsep kota pendidikan yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Baginya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada proses belajar-mengajar di ruang kelas, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan konsep kota pendidikan yang hidup di tengah masyarakat. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia, inovasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Jiacep, pada Kamis (18/6/2026).

Melalui kerja sama tersebut, Universitas Gunadarma akan menerjunkan sekitar 80 dosen lintas fakultas yang memiliki kompetensi di berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan dan teknologi informasi, ekonomi dan keuangan syariah, pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan, ketahanan pangan dan teknik lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga pengembangan sistem digital berbasis komunitas.

Jiacep menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama akademik, melainkan upaya menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan para dosen dan akademisi menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi nyata atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Kawasan GHAMA EDUCITY akan menjadi laboratorium hidup tempat dosen, mahasiswa, sekolah, dan masyarakat bekerja bersama menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman adalah pendidikan yang membangun hubungan erat antara dunia akademik dan realitas kehidupan masyarakat. Sekolah harus menjadi ruang lahirnya inovasi, sementara perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis yang menyuplai ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi tepat guna.

“Kami tidak mengundang Gunadarma untuk datang melihat sekolah kami. Kami mengundang Gunadarma untuk bersama-sama membangun model peradaban pendidikan yang hidup di tengah masyarakat,” tegas Jiacep.

Konsep GHAMA EDUCITY dibangun atas keyakinan bahwa kualitas pendidikan akan semakin kuat ketika terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, berbagai program yang dirancang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi warga, memperkuat ketahanan pangan lokal, mengembangkan teknologi tepat guna, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, Jiacep menilai, pendidikan harus menjadi instrumen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan.

“Ketika pendidikan terhubung dengan kebutuhan masyarakat, maka sekolah tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian sosial, semangat kolaborasi, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi lingkungannya,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap kolaborasi antara Yayasan GHAMA dan Universitas Gunadarma dapat melahirkan model pengembangan kawasan pendidikan berbasis masyarakat yang dapat menjadi rujukan bagi berbagai daerah di Indonesia.

“Tantangan pembangunan bangsa saat ini membutuhkan model pendidikan yang mampu menggerakkan masyarakat. Karena itu, sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat harus terus diperkuat agar pendidikan benar-benar menjadi fondasi pembangunan peradaban,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Jiacep berharap GHAMA EDUCITY dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya ekosistem pendidikan serupa di berbagai wilayah Indonesia.

“Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat, GHAMA EDUCITY diharapkan menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat berperan sebagai penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya ekosistem pendidikan serupa di berbagai wilayah Indonesia,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler