Gadis Cilik Depok Bikin Bangga! Alesha Shakilla Hamzah Harumkan Nama Depok di Lomba Tari Nasional

Depok | Sketsa Online — Gadis cilik asal Kota Depok, Alesha Shakilla Hamzah, mengharumkan nama Depok melalui Lomba Tari Daerah Tingkat Nasional antarsekolah. Pelajar Al-Azhar GDC tersebut merupakan putri Ketua Komisi B DPRD Kota Depok sekaligus Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M.

Keikutsertaan Alesha dalam kompetisi nasional menjadi ruang untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Indonesia. Di usia sekolah, pengalaman tampil di panggung berskala nasional juga menjadi proses pembelajaran untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri.

Tampil dalam kompetisi nasional bukan perkara sederhana. Peserta tidak hanya dituntut menguasai gerakan, tetapi juga harus mampu mengikuti irama, menjaga ekspresi, memahami karakter tarian, serta memiliki kesiapan mental ketika tampil di hadapan peserta dari berbagai sekolah dan daerah.

Persiapan dilakukan Alesha melalui latihan secara konsisten. Rutinitas tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan penampilan terbaik, tetapi juga melatih kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan untuk terus memperbaiki diri.

“Saya belajar, untuk tampil dengan baik, yang paling penting rajin berlatih dan tidak mudah menyerah. Semakin sering latihan, rasa percaya diri juga semakin tumbuh,” ujar Alesha, Sabtu (12/9/2026).

Keikutsertaan dalam ajang tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan potensi anak dapat berlangsung melalui berbagai bidang, tidak hanya akademik. Seni tari menjadi wadah untuk mengasah kreativitas, keberanian berekspresi, sekaligus mengenal identitas budaya bangsa.

Menari juga membuat Alesha semakin memahami keberagaman budaya Indonesia. Setiap tarian daerah memiliki karakter, gerakan, musik, busana, serta makna yang berbeda. Proses mempelajari tari kemudian membuka ketertarikannya untuk mengenal lebih banyak kesenian tradisional dari berbagai daerah.

“Dari menari, saya jadi tahu kalau setiap daerah punya tarian dan budaya yang berbeda, dengan makna dan ciri khas masing-masing. Karena itu, saya ingin terus belajar supaya bisa mengenal lebih banyak tarian daerah Indonesia,” tutur Alesha.

Kompetisi tingkat nasional turut mempertemukan Alesha dengan peserta dari berbagai sekolah dan daerah. Beragam penampilan yang disaksikannya menjadi pengalaman untuk melihat kekayaan seni Nusantara sekaligus belajar dari kemampuan peserta lain.

“Bisa melihat berbagai tarian daerah membuat saya semakin tertarik untuk belajar. Bertemu teman-teman dari sekolah lain juga mengajarkan saya untuk berani tampil dan percaya diri,” katanya.

Alesha tidak memandang perlombaan hanya sebagai ajang mengejar kemenangan. Proses latihan, keberanian tampil di atas panggung, pengalaman bertemu peserta lain, serta kemampuan menerima hasil menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk mental dan karakter.

“Buat saya, mengikuti lomba adalah kesempatan untuk belajar dan mencoba hal baru. Menang atau kalah, yang penting terus berlatih dan memperbaiki kemampuan agar bisa tampil lebih baik setiap kali mengikuti lomba,” ujar Alesha.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seni tari dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sejak usia dini. Konsistensi berlatih melatih kedisiplinan, tampil di hadapan publik membangun keberanian, sedangkan kompetisi mengajarkan sikap sportif dan kemampuan menghargai proses.

Keterlibatan anak dalam seni tradisional juga memiliki arti penting untuk menjaga keberlanjutan budaya Indonesia. Pengenalan tari daerah sejak usia sekolah dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap warisan budaya yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya budaya populer, ruang untuk mengenal serta mempraktikkan seni tradisional menjadi semakin penting. Perjalanan Alesha menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan pendidikan dan dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak.

Dukungan keluarga dan sekolah turut berperan dalam pengembangan bakat. Kesempatan untuk berlatih, memperoleh pendampingan, mengikuti kompetisi, dan tampil di hadapan publik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri secara bertahap.

Tampilnya Alesha di tingkat nasional menjadi gambaran potensi generasi muda Depok yang mampu membawa nama daerah ke ruang yang lebih luas. Prestasi melalui seni tari menjadi salah satu cara pelajar menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Semangat tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelajar Depok untuk berani mengembangkan bakat sesuai minat masing-masing. Prestasi generasi muda tidak selalu lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari keberanian mencoba, ketekunan menjalani proses, dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan.

Pengalaman di panggung nasional pun menjadi pijakan bagi Alesha untuk terus belajar dan berlatih. Ia ingin menjadikan tari bukan sekadar kegiatan kompetisi, melainkan jalan untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya Indonesia.

“Saya ingin terus belajar dan berlatih menari karena masih banyak tarian daerah yang ingin saya kenal. Semoga melalui tari, saya bisa ikut mengenalkan budaya Indonesia dan membuat orang tua, sekolah, serta Kota Depok bangga,” pungkas Alesha. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler