Jangan Berhenti di Sini! Vinka Suarakan Harapan Warga Lewat Aksi Donor Darah Demokrat Depok

Depok | Sketsa Online – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok menggelar aksi donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat. Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi warga untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok.

Vinka, salah satu peserta sekaligus pendonor rutin, menyambut positif pelaksanaan aksi tersebut. Ia menilai layanan donor di luar gedung PMI dapat mendekatkan akses kepada warga yang ingin berdonor, sekaligus memperkenalkan keberadaan mobile unit PMI.

“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan donor darah seperti ini. Saya sendiri merupakan pendonor rutin. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa PMI juga rutin mengadakan donor darah di luar gedung PMI,” ujar Vinka saat diwawancarai usai donor darah di DPC Demokrat Depok, Minggu (27/9/26).

Menurutnya, kehadiran mobile unit di berbagai lokasi membuat informasi mengenai donor darah lebih mudah diketahui publik. Kondisi itu dinilai dapat membuka peluang bagi warga yang selama ini belum mengetahui adanya layanan donor di luar kantor PMI.

“Biasanya masyarakat hanya mengetahui kalau mau donor itu di PMI. Dengan adanya acara-acara seperti ini, diharapkan lebih banyak masyarakat luas yang mengetahui kalau PMI rutin mengadakan donor darah di luar gedung PMI,” katanya.

Di sisi lain, Vinka melihat langkah Demokrat dapat menjadi pemantik bagi organisasi dan komunitas lain untuk ikut mengambil peran. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula kesempatan warga membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

“Mungkin bisa dimulai dari Demokrat, kemudian diikuti partai, organisasi atau komunitas lainnya untuk bersama-sama merangkul masyarakat, sehingga semakin banyak yang tergerak mendonorkan darah bagi orang-orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Bagi Vinka, mendonorkan darah bukan pengalaman baru. Aksi kali ini merupakan donor darah yang kedelapan baginya.

Ia mengakui prosesnya menimbulkan rasa sakit karena menggunakan jarum, tetapi sensasi tersebut menurutnya tidak sebanding dengan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

“Kalau rasa sakit tentu ada karena prosesnya menggunakan jarum, tetapi tidak seberapa. Jadi, menurut saya, rasa sakit itu tidak menjadi alasan untuk ragu mendonorkan darah,” katanya.

Setelah delapan kali berdonor, Vinka berharap agenda serupa dapat berlanjut secara rutin dan menjangkau lapisan warga yang lebih beragam. Baginya, akses yang semakin terbuka akan memberi lebih banyak orang kesempatan untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak warga. Jangan hanya terbatas pada segelintir orang, tetapi bisa semakin inklusif sehingga lebih banyak masyarakat mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam donor darah,” pungkas Vinka. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler