Butuh 2 Persen Pendonor Aktif! PMI Apresiasi Aksi Donor Darah Demokrat Depok

Depok | Sketsa Online – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok membutuhkan pendonor aktif sekitar 2 persen dari jumlah penduduk guna menjaga ketersediaan darah. Kebutuhan itu berlangsung sepanjang tahun, seiring pelayanan PMI yang mencapai sekitar 3.000 kantong darah per bulan atau sekitar 36 ribu kantong dalam setahun.

Sekretaris PMI Kota Depok, Eka Bachtiar, menyampaikan hal itu saat menghadiri aksi donor darah yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat, Minggu (27/9/2026).

Dia menegaskan, kebutuhan darah yang berlangsung terus-menerus membutuhkan partisipasi pendonor secara konsisten. Pasokan tidak bisa hanya mengandalkan donor yang datang ketika ada momentum tertentu. Organisasi, komunitas, lingkungan masyarakat, hingga generasi muda memiliki peran dalam menjaga kesinambungan ketersediaan darah bagi pasien.

“Kami membutuhkan pendonor aktif sekitar 2 persen dari jumlah penduduk. Jumlah itu diperlukan untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana atau kondisi lainnya, sehingga ketersediaan darah tetap terjaga,” ujar Eka.

Kebutuhan tersebut juga memiliki cakupan lebih luas. Darah yang dihimpun PMI Kota Depok tidak hanya diperuntukkan bagi pasien di wilayah Depok, tetapi dalam kondisi tertentu dapat disalurkan ke rumah sakit di Bogor, Jakarta, serta wilayah sekitar yang bekerja sama dengan PMI Kota Depok.

“Jadi kebutuhan darah ini bukan hanya untuk Depok. Ada juga rumah sakit di Bogor, Jakarta, dan wilayah sekitar yang bekerja sama dengan kami. Karena itu, semakin banyak masyarakat yang ikut berdonor, semakin luas pula kebutuhan pasien yang dapat kami dukung,” jelasnya.

Partisipasi masyarakat menjadi salah satu penopang kesinambungan pasokan tersebut. Aksi donor darah Demokrat Depok dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat turut mempertemukan kepedulian kader dan masyarakat dengan kebutuhan darah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien.

Meski persediaan darah PMI Kota Depok saat ini masih aman, kondisi stok dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti permintaan rumah sakit. Situasi itu membuat donor rutin tetap dibutuhkan, terutama sebagai langkah antisipasi ketika jumlah pendonor mengalami penurunan pada periode tertentu.

“Untuk kondisi saat ini aman. Namun, ketersediaan darah dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebutuhan rumah sakit. Biasanya, saat Ramadan, jumlah pendonor cenderung menurun sehingga stok darah perlu diantisipasi,” tuturnya.

Kemudahan akses juga menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat. PMI Kota Depok menyediakan layanan donor darah bergerak atau mobile unit yang memungkinkan tim mendatangi lokasi pemohon setelah dilakukan koordinasi.

“Siapa saja yang membutuhkan kegiatan donor darah dapat mengundang kami. Bisa di tingkat RW, masjid, gereja, komunitas, maupun tempat lainnya. Setelah dikoordinasikan, PMI siap datang. Kami ingin akses masyarakat untuk berdonor semakin mudah,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan mobile unit tercermin dari jadwal yang sudah cukup padat. Eka menyebut agenda pada Sabtu dan Minggu telah terisi hingga Desember 2026, sedangkan permintaan pada hari kerja masih dapat disesuaikan dengan kesiapan tim.

“Untuk Sabtu dan Minggu jadwalnya sudah cukup padat sampai Desember. Kalau Senin sampai Jumat masih bisa kami atur berdasarkan koordinasi. Jadi masyarakat atau komunitas yang ingin mengadakan donor darah bisa menghubungi PMI lebih awal,” katanya.

Di sisi lain, keberlangsungan pasokan darah juga membutuhkan regenerasi pendonor. PMI Kota Depok mendorong edukasi sejak usia sekolah melalui Palang Merah Remaja (PMR), khususnya di tingkat SMA. Pelajar yang telah berusia 17 tahun dan memenuhi ketentuan donor dapat mulai mengenal sekaligus berpartisipasi dalam donor darah.

“Kalau sejak muda sudah terbiasa mengenal dan mengikuti kegiatan donor darah, diharapkan kebiasaan itu dapat berlanjut ketika mereka dewasa. Kami juga mendorong edukasi melalui PMR, khususnya di SMA, sehingga pelajar yang telah berusia 17 tahun ke atas dapat mulai berpartisipasi sebagai pendonor,” tandasnya.

Kebutuhan sekitar 36 ribu kantong darah setiap tahun memperlihatkan bahwa ketersediaan darah tidak cukup dijaga melalui donor sesekali. Partisipasi yang rutin dan regenerasi pendonor diperlukan agar pasokan tetap tersedia ketika kebutuhan meningkat, termasuk saat terjadi kondisi darurat.

“Bagi masyarakat yang ingin berdonor secara rutin, dapat datang langsung ke PMI di Jalan Grand Depok City. Donor darah dapat dilakukan kembali sesuai ketentuan, umumnya dua hingga tiga bulan sekali. Terima kasih kepada seluruh pendonor dan masyarakat yang telah sukarela berbagi membantu sesama. Setiap tetes darah sangat berarti,” pungkas Eka. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler