Depok | Sketsa Online – Prestasi olahraga tidak berhenti pada medali yang diraih di arena. Di balik setiap capaian, terdapat disiplin, pembinaan terarah, dan dukungan berkelanjutan yang menentukan kualitas atlet serta daya saing daerah.
Perspektif inilah yang ditekankan Ketua Komisi B DPRD Kota Depok sekaligus Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026.
Menurutnya, pengukuhan dan pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni menjelang kompetisi, melainkan wujud kepercayaan dan dukungan daerah kepada para atlet yang akan membawa nama Kota Depok di tingkat provinsi.
“Pelepasan kontingen atlet Porprov 2026 bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk dukungan, kepercayaan, dan penghargaan kepada para atlet yang akan membawa nama baik Kota Depok,” ujar Hamzah saat Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Kota Depok untuk Porprov Jabar XV 2026 di Depok Open Space (DOS), Jumat (23/10/2026).
Ia berharap para atlet menjawab kepercayaan tersebut dengan mengerahkan kemampuan terbaik, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang pertandingan. Prestasi tidak hanya tercermin dari hasil akhir, tetapi juga dari kedisiplinan, perjuangan, dan tanggung jawab dalam membela daerah.
“Saya berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, dan memberikan prestasi terbaik. Ingatlah bahwa kemenangan bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang perjuangan, kedisiplinan, dan kehormatan dalam mewakili daerah, yaitu Kota Depok,” katanya.
Kesiapan menghadapi kompetisi juga ditentukan oleh kualitas pendampingan, penguatan mental, dan pemenuhan kebutuhan atlet. Karena itu, pencapaian prestasi membutuhkan sinergi antara atlet, pelatih, ofisial, dan pemerintah daerah.
“Kepada para pelatih dan ofisial, terus berikan pendampingan dan motivasi terbaik. Kepada pemerintah daerah, pembinaan olahraga harus terus diperkuat, mulai dari fasilitas, kesejahteraan atlet, hingga pembinaan atlet muda secara berkelanjutan,” tegasnya.
Porprov 2026 sekaligus menjadi tolok ukur kualitas pembinaan olahraga Kota Depok. Hasil pertandingan akan menunjukkan capaian kontingen, sedangkan ketersediaan fasilitas, kesejahteraan atlet, dan regenerasi menjadi fondasi untuk menjaga prestasi dalam jangka panjang. Tantangannya bukan hanya meraih kemenangan saat ini, tetapi juga menyiapkan atlet agar mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan, capaian di Porprov harus menjadi pijakan untuk meningkatkan daya saing olahraga Kota Depok. Target medali tetap penting, tetapi keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan daerah membangun sistem pembinaan yang konsisten dan melahirkan atlet yang siap bersaing di level lebih tinggi.
“Medali adalah sasaran, tetapi masa depan olahraga Kota Depok adalah tujuan yang harus kita bangun bersama. Kita harus menyiapkan pembinaan yang berkelanjutan agar lahir atlet-atlet unggul yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, menembus persaingan nasional, hingga mengharumkan nama Kota Depok di tingkat internasional,” pungkas H. Hamzah. (el’s)







