Jakarta | Sketsa Online – Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Prof. KH Syukron Ma’mun saat bertakziah ke rumah duka di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Minggu (18/10/2026).
Supian mengenang almarhum sebagai tokoh nasional yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan pesantren dan pembinaan generasi muda. Pengabdian tersebut meninggalkan jejak bermakna, termasuk bagi masyarakat Kota Depok yang turut merasakan kehilangan atas kepergian sosok yang dihormatinya.
“Beliau orang yang sangat luar biasa, tokoh nasional, tonggak teladan kita, kebanggaan kita. Kita pastinya sangat kehilangan, termasuk kami warga Depok paling sangat kehilangan beliau,” ujar Supian Suri saat diwawancarai usai takziah.
Kehilangan tersebut terasa mendalam mengingat besarnya kontribusi KH Syukron Ma’mun dalam membina generasi penerus bangsa. Pesantren yang diasuhnya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.
“Melalui beliau banyak sekali kita belajar dan melalui beliau banyak sekali investasi anak-anak hebat yang lahir dari pondoknya beliau,” tuturnya.
Bagi Supian, kiprah almarhum juga mencerminkan kecintaan terhadap Indonesia. Semangat kebangsaan itu diwujudkan melalui pengabdian di bidang pendidikan yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.
“Beliau konsisten mencintai negeri ini, konsisten melahirkan generasi-generasi hebat,” katanya.
Komitmen tersebut tetap terjaga hingga akhir hayat almarhum. Perhatiannya terhadap pesantren dan pendidikan anak-anak menjadi cerminan dedikasi untuk menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsa.
“Bahkan sampai akhir hayat beliau, beliau masih terus fokus buat pondok pesantren buat anak-anak dan itu menjadi satu hal yang enggak banyak dimiliki oleh orang,” ungkapnya.
Kepergian KH Syukron Ma’mun meninggalkan teladan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dapat diwujudkan melalui pengabdian yang berkelanjutan. Dedikasinya menjadi pengingat akan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi bangsa.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” pungkas Supian. (el’s)







