Cibinong | Sketsa Online – Prestasi akademik tingkat nasional diraih Alice Grace Messakh, siswi SMK Mekanik Cibinong, setelah berhasil menyabet Medali Emas bidang Matematika dalam Education Olympiade (EDUOLYMPIAD) 2026 di Yogyakarta, 13 September 2026.
Alice meraih medali emas pada kategori Matematika jenjang SMA, MA, dan SMK. Capaian itu tercantum dalam Piagam Penghargaan Lembaga Olimpiade Nasional Nomor 0161626/LON/EDUOLYMPIAD/P/IX/2026 dengan predikat A+ dan kategori Peraih Medali Emas. Piagam tersebut diterbitkan di Yogyakarta pada 15 September 2026.
Raihan ini menjadi catatan membanggakan bagi SMK Mekanik Cibinong. Prestasi di tingkat nasional menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, mengasah daya nalar, sekaligus menguji potensi melalui kompetisi.
Pendiri SMP Tunas Bangsa Cibinong, H. Igun Sumarno, S.Pd., MM., menyambut capaian Alice sebagai bagian dari proses pendidikan yang layak diapresiasi. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk semakin giat belajar dan berani mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi Alice Grace Messakh yang berhasil menyabet Medali Emas di EDUOLYMPIAD 2026. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan yayasan. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani berkompetisi,” ujar H. Igun pada Kamis (17/9/26).
Bagi Igun, nilai sebuah kompetisi tidak berhenti pada medali yang dibawa pulang. Proses persiapan hingga menghadapi perlombaan menjadi pengalaman belajar yang melatih ketekunan, kedisiplinan, kemampuan bernalar, serta keberanian menghadapi tantangan.
“Kompetisi bukan hanya soal mendapatkan medali. Di dalam prosesnya, siswa belajar disiplin, berpikir lebih terarah, mempersiapkan diri, dan menghadapi tantangan. Pengalaman seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri mereka,” katanya.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan siswa menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan ketekunan, tanggung jawab, kemampuan mengelola diri, dan sikap sportif.
Dengan demikian, prestasi tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk pola pikir dan karakter siswa. Nilai-nilai itu diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki kehidupan yang lebih luas.
“Yang kami harapkan bukan hanya siswa yang pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Prestasi harus menjadi bagian dari proses membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menggunakan ilmunya dengan baik,” tuturnya.
Pandangan tersebut menempatkan prestasi akademik sebagai salah satu bagian dari tujuan pendidikan, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengetahuan dan kemampuan perlu ditopang nilai yang membentuk sikap, agar siswa tidak hanya mampu mencapai target, tetapi juga memahami tanggung jawab atas ilmu yang dimilikinya.
“Prestasi akademis wajib diraih, tetapi yang paling utama adalah adab, akhlak, dan moralitas,” tegas H. Igun Sumarno. (el’s)







