Depok | Sketsa Online – Biaya rangkaian ujian kelas XII Kompetensi Keahlian Kesehatan (Perawat dan Farmasi) SMK Tunas Bangsa atau Depok Centre School (Deces), Cilodong, Kota Depok, sebesar Rp6.950.000 menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut beredar di media sosial.
Menanggapi sorotan tersebut, pihak sekolah memberikan klarifikasi mengenai komponen pembiayaan, kebutuhan pelaksanaan ujian, serta mekanisme pembayaran untuk tahun pelajaran 2026/2027.
Kepala SMK Tunas Bangsa, Haslih, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian ujian siswa program keahlian kesehatan mencakup pengujian akademik dan keterampilan sesuai bidang masing-masing. Pelaksanaannya membutuhkan bahan praktik, perlengkapan pendukung, serta tenaga penguji yang kompeten.
“Jurusan Perawat dan Farmasi membutuhkan standar pengujian yang berbeda dengan jurusan nonkesehatan. Komponen biaya UKK sebesar Rp2,9 juta dan Pra-UKK mencakup pengadaan bahan habis pakai laboratorium, sewa instrumen medis, serta pembiayaan asesor atau penguji eksternal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan asosiasi profesi resmi,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan dokumen Rangkaian Biaya Anggaran Ujian SMK Tunas Bangsa Deces Tahun 2026/2027 yang ditandatangani Haslih pada Agustus 2026, total biaya Rp6.950.000 terdiri atas enam komponen.
Biaya tersebut meliputi Tes Penelusuran Kemampuan Akademis (TKA) sebesar Rp533.000, Ujian Kompetensi Normatif Rp950.000, Ujian Kompetensi Adaptif Rp805.000, dan Ujian Sekolah Rp735.000.
Selain itu, terdapat biaya Pra-Uji Kompetensi Keahlian (Pra-UKK) sebesar Rp995.000 serta Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebesar Rp2.932.000.
Lebih lanjut, Dia menjelaskan, setiap komponen merupakan bagian dari rangkaian evaluasi siswa kelas XII. Khusus program keahlian kesehatan, pelaksanaan uji kompetensi juga membutuhkan persiapan praktik dan penguji sesuai bidang keahlian.
Terkait besaran biaya yang menjadi sorotan, Haslih menegaskan bahwa total anggaran ujian tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun pelajaran sebelumnya.
“Total biaya rangkaian ujian sebesar Rp6.950.000 masih sama dengan tahun pelajaran sebelumnya, tidak ada kenaikan dibandingkan tahun pelajaran sebelumnya,” jelas Haslih.
Untuk membantu orang tua mengatur pembayaran, sekolah menyediakan skema angsuran dalam dua tahap, yakni November 2026 dan Februari 2027. Pembayaran dapat dilakukan melalui tata usaha sekolah atau transfer ke rekening Bank BJB atas nama lembaga sekolah sesuai pemberitahuan resmi.
Menutup pernyataannya, Haslih menegaskan, bagi orang tua atau wali murid yang mengalami kendala finansial, manajemen Yayasan Pendidikan Sumarno membuka ruang dialog untuk membahas kemungkinan keringanan biaya maupun subsidi silang. Orang tua dapat menyampaikan kondisi tersebut melalui Komite Sekolah atau langsung kepada pihak manajemen.
“Sekolah sangat memahami kondisi ekonomi para orang tua. Apabila ada wali murid yang keberatan atau membutuhkan skema khusus, kami sangat terbuka untuk berdiskusi melalui Komite Sekolah atau langsung ke pihak manajemen agar para siswa tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian tanpa terkendala,” pungkas Haslih. (el’s)







