Satyam Eva Jayate! BAGUNA Depok Perkuat Kesiapan Dapur Umum, Hj. Yuni: Hadir untuk Rakyat

Depok | Sketsa Online – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak dibangun ketika keadaan darurat sudah terjadi. Kemampuan personel, kesiapan logistik, pembagian tugas, hingga koordinasi perlu dipersiapkan sejak situasi normal agar respons di lapangan dapat berlangsung cepat, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi dasar Latihan Dasar (Latsar) Dapur Umum yang digelar Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Kota Depok di Jalan Mangga Raya, Depok, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar mengajarkan keterampilan memasak, tetapi memberikan pembekalan menyeluruh mengenai pengelolaan dapur umum. Para kader dan relawan dilatih mulai dari menyiapkan kebutuhan, berbelanja bahan pangan, mengolah makanan, mengemas, hingga mendistribusikannya kepada masyarakat.

Dalam praktiknya, hampir 300 nasi boks hasil latihan dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan juga dirangkai dengan santunan bagi anak yatim sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., mengatakan Latsar tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran tanggap bencana. Pangan menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat.

“Sebenarnya ini bagian dari kita pembelajaran atau belajar latihan tanggap bencana. Biasanya kalau tanggap bencana itu yang pasti dibutuhkan adalah logistik, terutama makanan. Nah, hari ini kita belajar, jika ada terjadi kejadian, BAGUNA Kota Depok sudah siap dengan Latsar dapur umum,” ujarnya.

Menurut Hj. Yuni, kesiapan dapur umum tidak cukup hanya ditopang kemampuan memasak. Relawan juga harus memahami rangkaian pekerjaan sebelum makanan tersaji, termasuk menghitung kebutuhan dan memastikan bahan pangan tersedia.

“Kesiapsiagaannya semuanya, dari mulai masak sendirinya, belanjanya, jadi kita latihan. Karena kan enggak semua latar belakangnya teman-teman ini bisa memasak,” katanya.

Keragaman latar belakang personel, justru menjadi alasan pentingnya latihan bersama. Dengan pembekalan yang sama, setiap relawan diharapkan memahami tugas masing-masing, mampu bekerja dalam tim, dan siap menyesuaikan diri dengan kebutuhan di lapangan.

Kemampuan tersebut turut diperkuat oleh Kepala BAGUNA Kota Depok, Citra Berliana Putri yang memiliki latar belakang sebagai chef. Pengalamannya menjadi salah satu modal dalam memberikan pembelajaran teknis kepada para peserta.

“Kebetulan kepala BAGUNAnya juga beliau ini chef, jadi juga sudah biasa memasak juga, alhamdulillah luar biasa,” tuturnya.

Bagi Hj. Yuni, latihan kesiapsiagaan juga perlu dijaga keberlanjutannya. Karena itu, dapur umum tidak harus berhenti sebagai simulasi ketika tidak terjadi bencana. Aktivitas tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda sosial yang sekaligus menjaga keterampilan relawan tetap terasah.

“Ke depannya BAGUNA itu akan punya agenda yang nanti akan kita biasakan bikin dapur umum untuk katakanlah kayak Jumat Berkah atau apa, seperti itu,” ungkapnya.

Dengan pola tersebut, masa normal dapat dimanfaatkan untuk membangun kapasitas sekaligus memperluas manfaat sosial. Relawan tetap berlatih, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari kegiatan yang dijalankan.

“Nah, mengisi kekosongan ini kita lakukan hal-hal positif, bergerak tetap ke masyarakat, kerja-kerja buat masyarakat melalui tadi, ada Jumat Berkah gitu ya, dengan masak sendiri, punya dapur sendiri,” lanjutnya.

Hj. Yuni menyebut kegiatan tersebut juga sejalan dengan gerakan BAGUNA secara nasional. Agenda serupa, kata dia, dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari arahan organisasi.

“Seluruh Indonesia seperti itu instruksinya dari Ibu Ketum. Kebetulan Kepala BAGUNA juga Ibu Tri Rismaharini M.T. Beliau melakukan agenda kegiatan serupa seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kesiapsiagaan itu juga mencakup kemampuan untuk bergerak ketika terjadi bencana di wilayah lain. Menanggapi informasi mengenai bencana di NTT, Hj. Yuni memastikan BAGUNA Kota Depok siap dikerahkan apabila mendapat instruksi dari tingkat pusat.

“Kalau memang kita diinstruksikan untuk kita ke sana, ya pastinya BAGUNA Kota Depok harus siap. Kita akan bergabung dengan BAGUNA DPP,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, kesiapan dapur umum tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel atau ketersediaan peralatan. Respons yang efektif membutuhkan perencanaan kebutuhan pangan, ketepatan pembagian tugas, kebersihan dan keamanan makanan, pengaturan waktu, proses pengemasan, hingga distribusi yang terkoordinasi.

Setiap tahapan memiliki peran penting. Kesalahan dalam satu bagian dapat memengaruhi keseluruhan proses, terutama ketika dapur umum harus melayani masyarakat dalam jumlah besar dan situasi yang serba terbatas. Latihan dalam kondisi normal menjadi ruang untuk menguji kemampuan, membangun disiplin kerja, sekaligus memperkuat koordinasi antarpersonel.

Menutup pernyataannya, Hj. Yuni mengingatkan seluruh jajaran BAGUNA agar menjaga semangat dan konsistensi pengabdian kepada masyarakat.

“Teman-teman BAGUNA juga jangan pernah lelah, semangat terus, berjuang terus karena ini bagian dari amal ibadah kita dan perjuangan kerja-kerja kita menjadi PDI Perjuangan yang luar biasa,” pungkasnya.

Satyam Eva Jayate kebenaran akan menemukan jalannya melalui kerja nyata. Dari latihan, BAGUNA membangun kapasitas, dari dapur umum, keterampilan diterapkan, dan melalui kegiatan sosial, kepedulian kepada masyarakat terus dihidupkan.

“Merdeka untuk rakyat, siaga untuk kemanusiaan!,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler