Depok | Sketsa Online – Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Penggunaan gawai, komputer, dan perangkat digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar mengajar maupun aktivitas sehari-hari.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang perlu mendapat perhatian serius, yakni menjaga kesehatan mata dari dampak paparan layar yang berkepanjangan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah pesatnya perkembangan teknologi menjadi perhatian Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Drajat Karyoto, S.STP., M.A.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis yang diselenggarakan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) di SDN 4 Tapos, Kecamatan Tapos, Depok pada Rabu (29/7/26).
Menurut Drajat, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial, melainkan bentuk investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital untuk belajar, bekerja, hingga berkomunikasi, edukasi mengenai kesehatan penglihatan menjadi semakin penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan kesehatan.
Ia memberikan apresiasi kepada PGI Kota Depok dan YAMI yang menghadirkan program dengan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh bahwa organisasi masyarakat dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan kesehatan yang semakin relevan di era digital.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kegiatan ini, khususnya kepada PGI Kota Depok. Harapannya ke depan tidak hanya PGI, tetapi juga organisasi-organisasi lain dapat melakukan kegiatan serupa. Semakin banyak pihak yang berkolaborasi, semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Drajat menjelaskan, tantangan saat ini bukan menghindari kemajuan teknologi, melainkan membangun budaya penggunaan perangkat digital secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Literasi digital, harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga kesehatan fisik, termasuk kesehatan mata.
“Kita memang tidak bisa lepas dari teknologi. Anak-anak belajar menggunakan gawai, komputer, dan media digital. Yang terpenting adalah masyarakat memahami cara menggunakannya secara sehat agar kesehatan mata tetap terjaga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Drajat juga mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya memberikan waktu istirahat bagi mata ketika bekerja atau belajar di depan layar.
Salah satu langkah sederhana yang disampaikan narasumber adalah membiasakan mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak lebih jauh setiap sekitar 20 menit untuk membantu mengurangi ketegangan mata akibat fokus yang berlangsung terus-menerus.
Baginya, kebiasaan sederhana tersebut perlu terus disosialisasikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa paparan layar tanpa jeda dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kelelahan mata dan menurunkan kenyamanan saat beraktivitas.
Ia berharap edukasi mengenai kesehatan mata tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, organisasi profesi, komunitas, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan. Dengan semakin banyak pihak yang berpartisipasi, budaya menjaga kesehatan mata diharapkan dapat tumbuh sejak usia dini.
“Kalau semakin banyak organisasi yang memiliki kepedulian seperti ini, tentu semakin banyak pula masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus dibangun untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Drajat menegaskan bahwa kemajuan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai penggunaan perangkat digital secara sehat agar manfaat transformasi digital dapat dinikmati secara optimal tanpa mengorbankan kualitas penglihatan.
“Di tengah kemajuan teknologi yang tidak bisa kita hindari, yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak. Anak-anak tetap harus belajar menggunakan gawai, komputer, dan media digital, tetapi masyarakat juga harus memahami cara menjaga kesehatan mata. Semoga edukasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut berkolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas khususnya di Kota Depok,” tutupnya. (el’s)



