Depok | Sketsa Online – Gelombang transformasi digital yang dipicu pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, dunia kerja, industri, ekonomi kreatif, hingga pelayanan publik.
Di tengah perubahan tersebut, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing di tingkat global.
Penguasaan AI kini menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai bidang. Karena itu, penguatan literasi digital serta kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan secara produktif dipandang sebagai investasi strategis untuk menyiapkan generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Pondok Petir menggelar pelatihan bertajuk “Melek AI, Siap Hadapi Masa Depan” di Gedung Pemuda Pondok Pesantren An-Nadhlah, Kota Depok, Minggu (26/7/2026).
Sebanyak 101 peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan AI secara cerdas, produktif, etis, dan bertanggung jawab.
Inisiatif ini menjadi salah satu kontribusi nyata organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan SDM yang siap menghadapi percepatan transformasi digital.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu dan sektor strategis, yakni Kaprodi Teknik Informatika Universitas Pamulang Dr. Eng. Ahmad Musyafa, M.Kom., AI Lead Devoteam Unit Bisnis Google Cloud Indonesia Komang Tryana Mertayasa, Wakil Divisi Penyuluhan Hukum PP LBH GP Ansor Ikhwan Hikayat, SHI., MH., C.Med., Ketua Cyber Ansor Kota Depok Febryansyah, serta Wakil Ketua DPRD Kota Depok Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si.
Kehadiran para narasumber dengan latar belakang yang beragam menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menyentuh dimensi hukum, etika, tata kelola, keamanan digital, hingga kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi akibat revolusi digital.
Ketua PC GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi, mengatakan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di era digital.
“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Oleh karena itu, Ansor ingin memastikan kader dan generasi muda memiliki literasi digital yang baik sehingga mampu bersaing, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kahfi.
Ia menilai penguatan literasi AI merupakan investasi jangka panjang dalam membangun SDM Indonesia yang unggul serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dinamika teknologi yang terus berkembang.
“Bangsa yang mampu menguasai teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan inovasi, dan memenangkan persaingan global,” katanya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar AI, teknik prompt engineering, pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja, pengembangan usaha, pembuatan konten digital, hingga praktik langsung menggunakan berbagai platform AI yang kini semakin luas diterapkan di berbagai sektor.
Melalui perpaduan antara materi konseptual dan praktik, peserta didorong untuk memahami AI bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan instrumen yang mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kerja, mendorong lahirnya inovasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di era digital.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, di antaranya keluarga besar Nahdlatul Ulama, Dompet Dhuafa, Yakesma, Devoteam Google Cloud, dan Aarcon.
Kolaborasi tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, sektor industri, dan pemerintah dalam memperkuat kompetensi SDM nasional agar mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi.
Selain memperoleh materi dan praktik secara langsung, peserta juga mendapatkan e-sertifikat, materi eksklusif, kesempatan membangun jejaring profesional, serta berbagai doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Menutup kegiatan, Kahfi menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknologi, tetapi juga membangun pola pikir yang adaptif. Kami ingin melahirkan generasi yang mampu memanfaatkan AI secara cerdas, etis, dan produktif demi mendorong inovasi serta memperkuat daya saing bangsa,” tutupnya. (el’s)



