Cibinong | Sketsa Online – Kecerdasan dan penguasaan teknologi perlu diimbangi adab, akhlak, dan etika. Tanpa fondasi karakter yang kuat, kemampuan akademik dan keterampilan belum cukup untuk membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Pembina Yayasan Pendidikan Sumarno, H. Igun Sumarno, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti siswa SMP Tunas Bangsa dan SMK Mekanik Cibinong, di Sukahati, Cibinong, Bogor pada Kamis (15/10/26).
Sebagai figur orang tua bagi para siswa di lingkungan yayasan, H. Igun menaruh perhatian pada pembentukan karakter remaja. Ia menilai, persoalan moral perlu menjadi perhatian bersama agar pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap, tetapi juga memiliki adab dan perilaku yang baik.
“Anak-anak sekarang pintar dan modern. Tetapi, ketika berbicara tentang adab, akhlak, dan etika, masih ada yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kemalasan bersekolah dan tawuran di kalangan remaja. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Di samping pembentukan karakter, H. Igun menekankan pentingnya kompetensi keahlian yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Guru, memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa menguasai keterampilan yang terus berkembang.
“Jadi guru itu bagaimana fokus, bagaimana anak ini bisa memiliki kompetensi keahlian yang sangat mutakhir, sangat maju,” tuturnya.
Upaya menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri menjadi salah satu perhatian SMK Mekanik Cibinong. Kebutuhan dunia usaha dibawa ke lingkungan sekolah agar kompetensi yang dipelajari siswa dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.
“Bagaimana kebutuhan di industri atau kurikulum industri itu dibawa ke sekolah. Di sekolah diaplikasikan, diimplementasikan nanti di industri. Jadi, diskusi antara dunia industri dengan sekolah itu dibangun oleh kita sekarang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, hampir 70 persen lulusan SMK Mekanik Cibinong telah diterima bekerja di industri. Bahkan, sejumlah siswa disebut sudah memperoleh kesempatan kerja ketika masih duduk di kelas XI.
Untuk memperkuat keterampilan di bidang otomotif, sekolah juga menjalin kerja sama dengan Yamaha melalui Kelas Khusus Yamaha yang dibina langsung oleh pihak Yamaha. Fasilitas pelatihan teknisi turut mendukung pembelajaran sesuai bidang keahlian siswa.
Bagi H. Igun, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, tetapi juga dari karakter dan prestasi yang dibangun selama proses belajar.
Ia berharap Yayasan Pendidikan Sumarno terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat dan mampu melahirkan siswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
“Saya yakin sekolah ini akan menjadi sekolah legendaris, menjadi primadona masyarakat, dan memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik,” pungkasnya. (el’s)







