SMP Tunas Bangsa Cibinong Guncang Panggung Nasional! Kombinasi Sempurna Fisik dan Logika

Cibinong | Sketsa Online – Prestasi siswa SMP Tunas Bangsa Cibinong menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya melahirkan kemampuan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya bakat, karakter, dan kemampuan olahraga.

Dari kompetisi olimpiade hingga arena pertandingan, para pelajar menorehkan hasil membanggakan dalam berbagai ajang. Capaian itu sekaligus membawa nama sekolah dan Cibinong ke tingkat persaingan yang lebih luas.

Dua ranah tersebut memperlihatkan kemampuan yang saling melengkapi. Kompetisi akademik mengasah daya pikir dan penguasaan pengetahuan, sedangkan olahraga membentuk kedisiplinan, ketahanan mental, konsistensi latihan, serta sportivitas.

Pendiri SMP Tunas Bangsa Cibinong, H. Igun Sumarno, S.Pd., MM., mengatakan keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui nilai maupun jumlah piala. Ada sikap, kebiasaan, dan pengalaman yang ikut menentukan bagaimana seorang siswa berkembang.

“Yang paling penting bukan hanya anak menjadi juara. Mereka harus belajar disiplin, bertanggung jawab, berani berkompetisi, menghargai orang lain, dan tetap memiliki karakter yang baik. Prestasi adalah hasil dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujar H. Igun, Senin (14/9/2026).

SMP Tunas Bangsa Cibinong merupakan sekolah swasta berakreditasi A yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah tersebut didirikan H. Igun Sumarno dengan legalitas pendirian berdasarkan Surat Keputusan Nomor 421.3/288-Disdik/2006.

Sejak berdiri, SMP Tunas Bangsa Cibinong terus mengembangkan layanan pendidikan dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenali kemampuan dan minatnya. Pembinaan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga mencakup pembentukan karakter serta kesempatan mengikuti berbagai perlombaan.

“Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk mencoba. Dari kompetisi mereka belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan persiapan, ketekunan, dan keberanian. Kalau belum berhasil, mereka belajar mengevaluasi diri dan mencoba kembali,” kata H. Igun pada Senin (14/9/26).

Di ranah akademik, Andi Assyafa Kirana tampil menonjol melalui sejumlah perlombaan tingkat nasional. Ia meraih Juara 1 Olimpiade Sains Tingkat Nasional mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Kemampuan Andi juga teruji dalam cabang keilmuan lainnya. Ia memperoleh Juara 2 Olimpiade Sains Tingkat Nasional mata pelajaran Bahasa Inggris serta Juara 1 Olimpiade Pelajar Pintar Tingkat Nasional mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ragam perlombaan yang diikuti Andi memperlihatkan luasnya minat belajar seorang pelajar. Penguasaan PKN, Bahasa Inggris, dan PAI sekaligus memberi pengalaman menghadapi pola soal, materi, serta karakter perlombaan yang berbeda.

“Setiap kompetisi punya tantangan masing-masing. Dari sana anak belajar mempersiapkan diri, mengukur kemampuan, dan memahami bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Jadi, menang atau kalah tetap ada pelajaran yang bisa dibawa pulang,” tuturnya.

Siswa lainnya, Muhammad Septian Dwijaya Putra, meraih Juara 2 Olimpiade Matematika yang diselenggarakan Pusat Olimpiade Sains Indonesia. Capaian itu memperkuat catatan akademik SMP Tunas Bangsa Cibinong dalam kompetisi keilmuan.

Bagi H. Igun, perlombaan semacam ini bukan sekadar tempat mengukur penguasaan materi. Pengalaman tersebut turut melatih kemandirian belajar, kemampuan mengatur waktu, ketelitian, serta keberanian menghadapi persoalan yang belum pernah ditemui.

“Anak yang terbiasa mengikuti kompetisi akan belajar menghadapi tantangan. Mereka tahu bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan. Ada belajar, latihan, evaluasi, kemudian mencoba lagi,” ujarnya.

Potensi peserta didik juga terlihat di arena olahraga. Futsal, karate, dan renang menjadi beberapa cabang yang mengantarkan pelajar SMP Tunas Bangsa Cibinong menduduki posisi terbaik dalam ajang yang mereka ikuti.

Tim futsal SMP Tunas Bangsa Cibinong meraih Juara 1 Turnamen Futsal Pelajar Championship. Tim yang sama kembali menduduki posisi pertama dalam Turnamen Futsal Gamagudabo Championship.

Pada kategori individu, Hasya Abikoesma Chaerudin meraih Juara 1 IPB Karate Cup IX National Open kategori perorangan putra. Sementara Azzahra Cahyaningtyas Salsabila menjadi Juara 1 Kejuaraan Renang Gaya Bebas dalam Pyramid Cup 2026 Depok-Bogor.

Ia mengungkapkan, aktivitas olahraga memberikan pengalaman pendidikan yang tidak kalah penting. Latihan rutin dan pertandingan mempertemukan siswa dengan tuntutan disiplin, kesiapan fisik, pengendalian emosi, serta kemampuan menerima hasil secara sportif.

“Olahraga mengajarkan banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Anak belajar disiplin mengikuti latihan, menjaga kondisi, mengendalikan emosi, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan dengan sportif,” jelasnya.

Kemampuan akademik dan olahraga dapat dikembangkan secara bersamaan. Keduanya memiliki pendekatan berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, keberanian, serta kemauan untuk terus berkembang.

“Akademik dan olahraga jangan dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan bersama. Anak yang belajar dengan baik sekaligus disiplin berlatih akan mendapatkan pengalaman yang lengkap. Yang kami dorong adalah bagaimana mereka bisa berkembang sesuai potensi masing-masing,” ungkapnya.

Ragam penghargaan itu menjadi gambaran bahwa setiap pelajar memiliki kekuatan yang berbeda. Sebagian menemukan keunggulan melalui ilmu pengetahuan, sementara lainnya tumbuh lewat latihan fisik dan pengalaman bertanding.

Lebih dari sekadar medali atau piala, perjalanan menuju podium memberi pelajaran tentang menetapkan target, menghadapi kekalahan, mengevaluasi kekurangan, menghormati lawan, dan memahami arti ketekunan.

Menutup pernyataannya, H. Igun berharap pengalaman yang diperoleh siswa melalui pembelajaran dan berbagai kompetisi tidak berhenti pada pencapaian di atas podium. Nilai kedisiplinan, ketekunan, sportivitas, dan karakter diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, prestasi ini tidak membuat anak-anak cepat puas. Justru harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, menjaga karakter, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Juara itu penting, tetapi menjadi anak yang berkarakter dan bermanfaat bagi orang lain jauh lebih penting,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler