Lagi Tren! Igun Sumarno Ungkap Potensi Padel Jadi Ladang Prestasi dan Penggerak Ekonomi Depok

Depok | Sketsa Online – Padel tengah menjadi tren olahraga baru di Kota Depok. Namun, di balik popularitasnya, olahraga yang dimainkan berpasangan itu dinilai memiliki potensi lebih luas, mulai dari pembinaan atlet muda hingga mendorong aktivitas ekonomi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Igun Sumarno, melihat kehadiran fasilitas Padel Party di Sawangan sebagai peluang untuk memperluas ruang olahraga bagi masyarakat, terutama generasi muda.

“Bangsa yang kuat itu adalah pemuda yang sehat. Jadi, ini yang sangat bagus sekali ada di Pancoran Mas, Sawangan. Lahan atau tempat padel seperti ini, itu yang pertama. Jadi, kita apresiasilah itu,” kata Igun pada Sabtu (22/8/26).

Igun menyampaikan, investasi di sektor olahraga juga membawa dampak terhadap perkembangan kawasan. Fasilitas Padel Party Sawangan yang kini berdiri di Pancoran Mas, mengubah lahan yang sebelumnya tidak tertata menjadi ruang aktivitas baru dengan fasilitas yang lebih lengkap.

“Semua kudu bersyukur dengan adanya orang investor yang mau membangun Kota Depok. Coba bayangkan, sebelum dibangun ini kayak alang-alang, tidak beraturan. Nah, sekarang begitu ada padel, fasilitas lengkap,” ujarnya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dari aktivitas olahraga. Pengunjung yang datang disebut tidak seluruhnya berasal dari Depok. Warga dari sejumlah wilayah Jakarta juga datang untuk bermain, sekaligus menggerakkan konsumsi di sekitar lokasi.

“Selain main, mereka juga kan jajan di Depok. Secara tidak langsung, Depok ini, Pancoran Mas khususnya, perekonomiannya bisa naik,” kata Igun.

Investasi tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Igun menyebut sekitar 80 persen tenaga kerja di fasilitas padel itu merupakan warga Depok.

“Dengan adanya gedung begini, fasilitas begini, yakin kita menerima tenaga kerja. Saya sudah lihat, itu hampir 80 persen tenaga kerja di sini asli orang Depok. Ini juga kan kita mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Di sisi lain, fasilitas padel membuka peluang pembinaan atlet. Kehadiran pelatih yang didatangkan langsung dari Spanyol menjadi salah satu aspek yang disoroti Igun, terutama untuk meningkatkan kualitas latihan dan membuka akses pembinaan bagi pemain muda.

“Pelatihnya saja didatangkan langsung dari Spanyol. Indonesia punya pelatih kayak Spanyol begini, di Depok ini siapa yang bisa menghadirkan seperti itu?” ucapnya.

Peluang tersebut, perlu diikuti dengan pembinaan yang serius. Ia tidak ingin padel hanya menjadi olahraga yang ramai karena tren, tetapi berkembang menjadi wadah lahirnya atlet berprestasi.

“Kita harus berkata jujur. Jangankan di Depok, di tingkat nasional saja pembinaan atlet ini pasang surut. Mungkin pertama terkait fasilitas, lalu anggaran dan lain-lain,” ujar Igun.

Karena itu, Komisi D DPRD Kota Depok mendorong agar minat pelajar terhadap padel diarahkan ke jalur pembinaan. Bagi Igun, hobi harus memiliki ruang untuk berkembang menjadi prestasi.

“Dengan hadirnya fasilitas seperti ini, saya kira kami dari Komisi D itu harus mendorong. Bukan hanya datang kemari anak-anak pelajar itu hanya hobi, tetapi hobi itu harus dibina menjadi prestasi,” katanya.

Prestasi olahraga, tidak berhenti pada pencapaian pribadi atlet. Keberhasilan tersebut dapat membawa nama daerah sekaligus menjadi kebanggaan bagi Indonesia.

“Prestasi ini kan bisa menghasilkan bukan hanya untuk dirinya, tetapi kebanggaan buat Kota Depok, bahkan mungkin bangsa kita Indonesia,” ujarnya.

Untuk mendukung pembinaan dalam jangka panjang, Igun juga mendorong pengembangan fasilitas pendukung, termasuk asrama atlet. Menurutnya, keberadaan tempat latihan dan fasilitas pendukung dapat membuka peluang bagi investor lain untuk ikut membangun ekosistem olahraga di Depok.

“Selain di sini, kita coba nanti bikin asrama atlet. Saya yakin kalau fasilitasnya sudah ada, tempat tinggal tidak ada, nanti mungkin akan ada investor lagi juga yang akan berpikir seperti itu,” kata Igun.

Menutup pernyataannya, Ia berharap kehadiran fasilitas olahraga tersebut menjadi bagian dari pembangunan Depok yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha. Pembangunan, tidak semata-mata bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui investasi dan fasilitas yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini adalah salah satu aset kita. Jadi membangun Kota Depok itu bukan hanya bagaimana cara berpikir di atas kita menggunakan, mengolah anggaran dan lain-lain, tetapi membangun Kota Depok dengan membangun fasilitas-fasilitas seperti ini pun saya kira itu membangun secara bersama-sama,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler