Depok | Sketsa Online – Penguatan ekonomi daerah tidak selalu harus dimulai dari sektor usaha berskala besar. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh di tengah masyarakat justru dapat menjadi fondasi ekonomi lokal apabila didukung pembinaan yang konsisten, peningkatan kapasitas, dan akses pasar yang berkelanjutan.
Perspektif tersebut disampaikan Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab H.M, saat mengunjungi salah satu UMKM binaannya di RT 3, Jalan Raya Pengasinan, Depok. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan usaha sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan.
“Ya, saya menghampiri UMKM di RT 3 yang memproduksi keripik singkong. UMKM tersebut memproduksi keripik singkong dengan sejumlah varian rasa, ada pedas, original, keju, balado, dan manis. Harganya sekitar Rp15 ribu per bungkus. Produknya juga diperkenalkan melalui bazar dan berbagai event,” ujar H. Mazhab pada Rabu (12/8/26).
Ia menjelaskan, kunjungan langsung menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena kebutuhan UMKM tidak selalu dapat dipetakan hanya dari laporan atau pemberian bantuan. Dengan melihat kondisi usaha di lapangan, pembinaan dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih konkret, baik dari sisi produk, pemasaran maupun pengelolaan usaha.
“Jangan sampai UMKM hanya dibantu di awal, tetapi setelah itu tidak ada pendampingan. Kita harus lihat bagaimana usahanya berkembang dan apa yang masih perlu didorong,” tegasnya.
Ia menilai, pembinaan UMKM juga tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan. Hal yang lebih mendasar adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu mengelola dan mengembangkan bisnis secara mandiri.
Karena itu, peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran, pencatatan usaha, legalitas, hingga perluasan jaringan pasar perlu menjadi bagian dari pembinaan. Semakin kuat kapasitas usaha, semakin besar pula peluang UMKM untuk bertahan menghadapi persaingan dan meningkatkan skala bisnis.
“UMKM itu jangan hanya kita lihat produknya. Kita harus lihat bagaimana usahanya berkembang, bagaimana pemasarannya, kemudian apa yang bisa kita bantu supaya mereka bisa lebih maju dan mandiri,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bazar dan berbagai event dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru. Namun, promosi tidak boleh berhenti pada kegiatan tersebut. Perlu ada strategi lanjutan agar konsumen yang telah mengenal produk terdorong untuk kembali membeli dan menjadi pelanggan.
“Bazar atau event itu bagus untuk memperkenalkan produk. Tetapi setelah orang kenal, bagaimana mereka bisa membeli lagi? Di situ pembinaan menjadi penting,” jelasnya.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Ketika sebuah usaha berkembang, aktivitas ekonomi di sekitarnya ikut bergerak, mulai dari kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, pengemasan, distribusi hingga pemasaran.
Dengan demikian, memperkuat UMKM di tingkat lingkungan bukan sekadar mendorong satu unit usaha untuk berkembang, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih produktif.
“Kalau UMKM di lingkungan kita maju, dampaknya bukan hanya untuk pemilik usaha. Ada perputaran ekonomi di sekitarnya. Itu yang harus kita dorong,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, H. Mazhab menegaskan, orientasi akhir pembinaan bukan menciptakan ketergantungan pelaku UMKM terhadap bantuan. Sebaliknya, pembinaan harus menjadi proses untuk melahirkan pelaku usaha yang memiliki kemampuan, pasar, dan daya saing sehingga mampu berdiri sendiri.
“Tujuan akhirnya bukan supaya UMKM terus dibantu. Justru bagaimana mereka bisa mandiri, punya pasar sendiri, produknya semakin baik, dan kemudian bisa berkembang,” tegas Mazhab.
Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pola pembinaan yang berkelanjutan dalam mendorong UMKM naik kelas. Dari lingkungan, usaha kecil dapat diperkuat agar semakin profesional, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perputaran ekonomi Kota Depok.
“Mari kita majukan UMKM Kota Depok, kita dorong terus agar naik kelas, semakin mandiri, semakin kuat, dan semakin berdaya saing,” tutupnya. (el’s)






