PPP Depok Bangkit! Ikhtiar Mazhab Membumikan Partai dari Akar Rumput, Gerakkan Ratusan Kader

Depok | Sketsa Online – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok mulai memperkuat fondasi organisasi sebagai persiapan menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029. Restrukturisasi, regenerasi kader, konsolidasi hingga tingkat kecamatan, serta penguatan program sosial menjadi langkah yang didorong Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab H.M.

Upaya tersebut terlihat dalam Pra-Musyarawah Anak Cabang (Pra-Musancab) serentak yang digelar di kediaman Mazhab, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan melibatkan tujuh kecamatan, yakni Pancoran Mas, Beji, Cipayung, Tapos, Cilodong, Cinere, dan Sukmajaya.

H. Mazhab mengatakan restrukturisasi dilakukan menyeluruh, mulai dari tingkat ranting, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga DPC. Penataan tidak hanya untuk menyusun kepengurusan, tetapi memastikan setiap tingkatan memiliki kader aktif yang mampu menjalankan fungsi organisasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

“PPP saat ini betul-betul merestrukturisasi seluruh kepengurusan. Tidak hanya di tingkat ranting, tidak hanya di tingkat kecamatan, dan kita semua, termasuk tingkat kota yang namanya DPC,” ujarnya.

Regenerasi menjadi bagian penting. Sekitar 70 persen kepengurusan DPC PPP Depok kini diisi wajah baru yang diharapkan membawa energi dan gagasan baru tanpa mengesampingkan pengalaman kader lama.

“Saya bersyukur hadir, lahir kader-kader baru, pengurus-pengurus baru yang potensial. SDM-nya pun sangat mendukung,” katanya.

Untuk memperkuat soliditas, sekitar 200 kader dan pengurus dijadwalkan mengikuti konsolidasi pada 29 Agustus 2026 di Resto The Castle. Agenda tersebut direncanakan dihadiri jajaran DPW dan DPP PPP sekaligus menjadi bagian dari persiapan kepengurusan periode 2026–2031.

H. Mazhab mengatakan, struktur baru harus dibangun dengan rasa memiliki terhadap partai. Pengurus baru didorong memahami tanggung jawab, sedangkan kader lama tetap diberi ruang untuk menyumbangkan pengalaman.

“Pengurus yang baru, pertama dia harus punya rasa memiliki dulu terhadap partai. Ketika itu sudah tumbuh, insyaallah ini jalan, ini berkembang, dan ini maju,” jelasnya.

Ia mengungkapkan regenerasi bukan berarti membedakan kader berdasarkan generasi.

“Tidak ada yang baru, tidak ada yang lama. Ini mengalir saja sesuai dengan kondisi dan situasinya. Yang lama-lama pun welcome buat kita,” ungkapnya.

Pembenahan organisasi tersebut diarahkan pada target PPP Depok meraih sedikitnya empat kursi legislatif pada Pemilu 2029. H. Mazhab menilai target itu harus dibangun melalui kerja konsisten, bukan hanya menjelang pemilu.

Lebih lanjut, Ia juga mengapresiasi PAC PPP Bojongsari yang aktif memperkenalkan kegiatan melalui media sosial. Aktivitas akun TikTok Bojongsari dinilai dapat menjadi contoh bagi struktur lainnya.

“Sampai saat ini baru akun TikTok Bojongsari yang mampir di beranda saya. Oleh karena itu, kepada teman-teman semua, tiru apa yang sudah dilakukan oleh PAC Bojongsari,” ucapnya.

Publikasi bukan sekadar persoalan eksistensi, melainkan sarana menunjukkan aktivitas kader sekaligus mendekatkan partai dengan masyarakat. Karena itu, PAC lainnya didorong memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan status WhatsApp.

“Dengan saudara-saudara giat mem-posting kegiatan-kegiatan PPP, dengan Saudara-saudara giat meng-up di status WhatsApp, insyaallah itu bagian ikhtiar kecil kita untuk membumikan Partai Persatuan Pembangunan di Kota Depok,” tuturnya.

Selain pembenahan organisasi, PPP Depok mempertahankan program sosial berupa bantuan permodalan, wakaf Al-Qur’an, dan penanaman 1.000 pohon.

Bantuan modal diberikan secara bertahap kepada masyarakat yang menjalankan usaha. Dalam Pra-Musancab kali ini, PPP menyalurkan bantuan modal tahap keempat kepada salah seorang penerima setelah sebelumnya sempat tertunda.

“Yang hari ini pun kita lakukan karena kemarin tertunda. Hari ini ada salah seorang yang kita berikan bantuan modal susulan di tahap empat,” ujar H. Mazhab.

Lalu, Program wakaf Al-Qur’an menyasar DKM masjid dan musala di Kota Depok. Penyaluran dilakukan pada momentum peringatan hari besar Islam dan direncanakan kembali saat Maulid Nabi.

Sementara itu, program penanaman 1.000 pohon akan dilanjutkan dengan pohon produktif, seperti mangga, rambutan, nangka, cempedak, alpukat, dan jambu kristal. H. Mazhab menyebut penghijauan tersebut sebagai komitmen PPP untuk menjaga kelestarian alam, ekosistem, serta menciptakan lingkungan hijau dan asri.

“Komitmen PPP untuk melestarikan alam, menjaga ekosistem, dan ketika kita menanam pohon, lingkungan menjadi hijau, menjadi asri. Hijau itu Islami, hijau itu PPP,” tegasnya.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan PPP Depok tidak semata diarahkan pada perolehan kursi politik. Struktur aktif, regenerasi, komunikasi publik, serta program yang menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kembali kedekatan dengan warga.

Menutup pernyataannya, H. Mazhab menegaskan, perjalanan menuju Pemilu 2029 dimulai dari penguatan akar rumput: memastikan kader hadir, bekerja, dan menjaga hubungan dengan masyarakat. Wajah baru menjadi energi regenerasi, sementara kader lama tetap menjadi sumber pengalaman organisasi.

Target empat kursi menjadi tujuan elektoral, tetapi fondasinya bertumpu pada organisasi yang solid, kader aktif, serta kemampuan PPP menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Kita tidak membedakan yang baru dan yang lama. Semua adalah bagian dari perjalanan PPP. Ke depan, kita ingin membangun organisasi yang kuat dari akar rumput, melahirkan kader-kader yang siap bekerja, dan menghadirkan partai yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Insyaallah, dengan kebersamaan dan kerja yang konsisten, PPP akan maju,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler