PPP Depok Kawal UMKM dari Permodalan hingga Naik Kelas, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Depok | Sketsa Online – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, H. Mazhab H. M., menegaskan bahwa pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak dapat berhenti pada penyaluran bantuan permodalan semata.

Ia menjelaskan, keberlanjutan usaha hanya dapat terwujud apabila akses pembiayaan diiringi pendampingan yang terarah, pembinaan yang berkesinambungan, serta ruang dialog untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan PPP Kota Depok melalui program yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membangun pola pendampingan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM agar tumbuh lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, melainkan dari dampak jangka panjang yang dirasakan para penerima manfaat.

“Sudah menjadi komitmen PPP bahwa setelah memberikan bantuan permodalan, kami akan terus mengawal para pelaku UMKM. Kami berdiskusi, bertukar pikiran, mendengarkan berbagai keluhan yang mereka hadapi, kemudian memberikan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi rutin dan evaluasi terhadap perkembangan usaha para penerima bantuan.

Langkah tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala, mulai dari pengelolaan usaha, pemasaran, hingga pengembangan produk, sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami tidak ingin hubungan dengan penerima bantuan berhenti setelah penyerahan modal. Justru setelah itu proses pendampingan dimulai. Kami ingin mengetahui perkembangan usaha mereka, apa saja kendalanya, dan bagaimana PPP dapat membantu mencarikan solusi,” katanya.

Mazhab menilai UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah karena berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Karena itu, penguatan sektor UMKM harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif, meliputi akses permodalan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan manajemen usaha, hingga perluasan jejaring pemasaran.

“Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya. Kalau ada kesulitan dalam mengembangkan usaha, mengelola keuangan, atau memperluas pemasaran, silakan disampaikan. Pendampingan ini memang kami siapkan agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PPP Kota Depok ingin membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu mendorong transformasi UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Menurutnya, kolaborasi, pendampingan, dan pembinaan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berkelanjutan.

“Yang kami bangun bukan hanya program bantuan modal, tetapi ekosistem pemberdayaan. Kami ingin UMKM di Kota Depok mampu naik kelas, memiliki daya saing, membuka lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Mazhab berharap semangat kolaborasi antara PPP Kota Depok dan para pelaku UMKM terus terjaga sehingga setiap bantuan yang diberikan mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian masyarakat.

“Keberhasilan program ini bukan diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Itulah tujuan utama yang ingin kami wujudkan melalui PPP,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler