Depok | Sketsa Online – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan, tetapi juga ditopang oleh kondisi kesehatan yang memungkinkan anak belajar secara optimal.
Salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian ialah kesehatan mata, padahal kemampuan melihat dengan baik merupakan modal dasar dalam menyerap pelajaran di sekolah.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok berkolaborasi dengan Yayasan Amal Mata Indonesia menggelar pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi 298 siswa SDN Tapos 4, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 6 itu menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bagian dari agenda menyambut Turnamen Wali Kota Depok Cup. Selain siswa, layanan pemeriksaan juga diberikan kepada para guru sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan tenaga pendidik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGI Kota Depok sekaligus Ketua Komisi B DPRD Kota Depok H. Hamzah, S.E., M.M., Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok, Sekretaris Diskominfo Kota Depok, Ketua Yayasan Amal Mata Indonesia, Kepala SDN Tapos 4 beserta jajaran guru, pengurus PGI Kota Depok, dan para siswa.

Ketua PGI Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M. mengatakan, bakti sosial ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Depok agar Turnamen Wali Kota Depok Cup tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut H. Hamzah, gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menghambat proses belajar. Banyak anak mengalami kesulitan mengikuti pelajaran bukan karena kemampuan akademiknya rendah, melainkan karena tidak dapat melihat tulisan di papan tulis dengan jelas.
“Arahan Bapak Wali Kota jelas, Turnamen Wali Kota Depok Cup tidak boleh hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga harus menghadirkan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, PGI Kota Depok bersama Yayasan Amal Mata Indonesia berkomitmen menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan mata sekaligus memberikan lensa dan bingkai kacamata secara gratis bagi para pelajar,” katanya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah siswa mengalami gangguan refraksi dengan tingkat minus yang cukup tinggi, bahkan mencapai minus 6.
“Banyak anak yang selama ini belum pernah memeriksakan kesehatan matanya. Ada yang mengalami minus 3, minus 4,5 bahkan minus 6. Dengan kondisi seperti itu tentu mereka kesulitan melihat papan tulis dan mengikuti pelajaran secara optimal. Karena itu deteksi dini sangat penting agar tidak menghambat proses belajar,” ungkapnya.
Salah satu siswa yang mengikuti pemeriksaan adalah Rayan. Putra dari seorang buruh pabrik dan ibu rumah tangga itu untuk pertama kalinya menjalani pemeriksaan mata. Selama ini ia mengaku sering mengalami pandangan buram, terutama saat siang hari atau ketika terkena cahaya matahari. Meski demikian, semangat belajarnya tidak pernah surut.
Rayan bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Di sekolah, ia mengaku paling menyukai mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta Matematika.
Dari hasil pemeriksaan, Rayan didiagnosis mengalami gangguan refraksi dengan koreksi mata kanan R: S-4.00 C-1.00 X180 dan mata kiri L: S-0.25 C-3.00 X180. Temuan tersebut menjadi kali pertama kondisi penglihatannya teridentifikasi secara medis setelah sebelumnya belum pernah menjalani pemeriksaan.
Kisah Rayan menjadi gambaran bahwa masih banyak anak usia sekolah yang hidup dengan gangguan penglihatan tanpa disadari. Padahal, melalui pemeriksaan sederhana dan penanganan yang tepat, hambatan tersebut dapat diatasi sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan meraih cita-citanya.
H. Hamzah menambahkan, tidak sedikit anak yang selama ini dianggap kurang fokus saat belajar, padahal persoalan utamanya adalah gangguan penglihatan.
“Sering kali anak dianggap kurang fokus, padahal persoalannya sederhana, yaitu mereka tidak dapat melihat dengan jelas. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa ditangani,” jelasnya.
Seluruh siswa yang membutuhkan alat bantu penglihatan berdasarkan hasil pemeriksaan akan menerima lensa dan bingkai kacamata secara gratis.
Penyerahan kacamata dijadwalkan berlangsung secara simbolis pada 11 Agustus 2026 di Emeralda Golf dalam rangkaian Turnamen Wali Kota Depok Cup dan direncanakan diserahkan langsung oleh Wali Kota Depok.
Lebih lanjut, H. Hamzah menjelaskan, program pemeriksaan mata gratis ini bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di SMP dan SMK Karya Putra Bangsa. Dalam waktu dekat, program akan berlanjut di SDN Tapos 5 dan Pondok Pesantren Al-Paijah.
Bahkan, Dinas Pendidikan Kota Depok berharap program tersebut dapat diperluas hingga menjangkau lebih dari 200 sekolah dasar negeri di Kota Depok.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus. Selama memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelajar, kami bersama Yayasan Amal Mata Indonesia akan terus memperluas jangkauan pemeriksaan mata gratis di Kota Depok,” ucapnya.
Selain menyasar peserta didik, PGI Kota Depok juga berencana menghadirkan layanan serupa bagi para guru sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Ke depan kami juga ingin memberikan layanan pemeriksaan mata kepada para guru. Kesehatan mata tenaga pendidik sama pentingnya agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal,” tambah H. Hamzah.
Tak hanya itu, PGI Kota Depok juga membuka kesempatan bagi wartawan di Kota Depok untuk mengikuti pemeriksaan mata gratis melalui kerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia.
“Teman-teman wartawan Kota Depok juga kami persilakan mengikuti pemeriksaan mata gratis. Silakan berkoordinasi dengan PGI. Nanti akan kami fasilitasi pemeriksaan, termasuk lensa dan bingkai kacamata, sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers yang setiap hari menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah berharap kolaborasi antara PGI Kota Depok, Yayasan Amal Mata Indonesia, Pemerintah Kota Depok, serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata.
Baginya, menjaga kesehatan penglihatan bukan sekadar urusan medis, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Anak yang dapat melihat dengan baik akan lebih mudah belajar, mengembangkan potensi, dan tumbuh menjadi generasi yang produktif.
“Ini mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Ketika anak dapat melihat dengan baik, mereka akan belajar lebih optimal, guru mengajar lebih efektif, dan kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat. Itulah kontribusi nyata yang ingin kami berikan dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (el’s)



