Depok | Sketsa Online – Di tengah arus individualisme yang semakin menguat dalam kehidupan masyarakat, menumbuhkan kepedulian dan empati menjadi tantangan sekaligus kebutuhan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Keluarga Istri Anggota DPRD (IKIAD) Kota Depok menggelar kegiatan santunan sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ikhtiar menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda.
Kegiatan diawali dengan penyaluran santunan di Pondok Yatim & Dhuafa Daarul Ishlah di Kecamatan Sukmajaya, dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp6.000.000.
Selanjutnya, rombongan IKIAD Kota Depok melanjutkan kegiatan berbagi ke Yayasan Irsyaadul Ummah di Kecamatan Tapos dengan menyalurkan santunan sebesar Rp6.000.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan, kegiatan santunan ini menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya empati, kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Di tengah pesatnya perubahan sosial, nilai-nilai tersebut dinilai perlu terus diwariskan agar tidak terkikis oleh budaya yang cenderung mengedepankan kepentingan pribadi.
Ketua IKIAD Kota Depok, Eka Suryani Sakti, S.Pd, mengatakan bahwa kepedulian sosial harus terus dipelihara sebagai bagian dari jati diri bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Di tengah budaya individualisme, kami yakin dan percaya kepedulian harus tetap dijaga. Melalui kegiatan santunan ini, IKIAD ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi belajar memiliki empati dan berbagi kepada sesama. Dari kegiatan sederhana seperti inilah karakter peduli dan rasa empati dapat tumbuh,” ujar Eka pada Jumat (24/7/26).
Menurutnya, berbagi tidak selalu diukur dari besarnya materi yang dimiliki seseorang. Kepedulian justru lahir dari ketulusan hati dan diwujudkan melalui tindakan sederhana yang mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
“Berbagi tidak harus menunggu kaya, karena berbagi dimulai dari hati yang tulus dan dari hal-hal kecil. Bisa melalui senyuman, tenaga, perhatian, maupun apa saja yang kita miliki. Jika hal ini menjadi kebiasaan, insya Allah akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” tuturnya.
Eka berharap kegiatan sosial yang dilakukan IKIAD dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong.
Lebih lanjut, Ia menilai, membangun generasi yang berkarakter bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia juga berpesan kepada anak-anak penerima santunan agar tetap bersemangat menuntut ilmu, percaya pada kemampuan diri, dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
“Untuk anak-anak hebat, tetap semangat belajar dan terus berprestasi dalam kondisi apa pun. Jangan pernah berkecil hati dengan keadaan. Tetap percaya diri dan kejarlah cita-cita setinggi mungkin. Optimislah bahwa kalian bisa menjadi orang-orang sukses di masa depan,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Eka menegaskan bahwa keluarga besar IKIAD Kota Depok akan senantiasa memberikan doa dan dukungan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta semangat berbagi kepada sesama.
“Bunda-Bunda IKIAD akan selalu mendoakan dan mendukung kalian. Semoga suatu saat nanti giliran kalian yang menjadi pribadi yang mampu berbagi dan membantu orang lain. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” tutupnya. (el’s)



