Investasi SDM ala Prabowo Subianto: Gerindra Depok Gulirkan Beasiswa S1 Hukum dan Politik

Depok | Sketsa Online – DPC Partai Gerindra Kota Depok menggulirkan program Beasiswa Strata 1 (S1) Hukum dan Ilmu Politik sebagai bentuk investasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan STIH Pelopor Bangsa untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda sekaligus mencetak kader yang memiliki kapasitas akademik, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, mengatakan gagasan tersebut lahir dari keinginan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau.

Menurutnya, masih banyak anak muda yang memiliki semangat belajar, namun terkendala faktor ekonomi. Karena itu, pihaknya berdiskusi dengan STIH Pelopor Bangsa untuk mencari formulasi yang dapat mempermudah akses pendidikan.

“Kami berbicara dengan pihak STIH Pelopor Bangsa, adakah program yang bisa mempermudah masyarakat untuk bersekolah dengan biaya yang tidak begitu tinggi. Dari situlah kemudian tercetus gagasan untuk mempersiapkan kader-kader muda Partai Gerindra yang kami sebut sebagai Gerindra Masa Depan,” ujarnya usai acara di Gedung STIH Pelopor Bangsa, Depok, Jumat (12/6/2026).

H. Hamzah menyampaikan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur atau fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas manusianya, karena SDM yang unggul akan menjadi penentu arah kemajuan Indonesia di masa depan.

Baginya, semangat tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang.

Melalui program beasiswa ini, Gerindra Depok ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan program, H. Hamzah menargetkan setiap tahun ajaran dapat menyekolahkan sekitar 100 kader muda. Jika target tersebut tercapai secara konsisten, maka dalam lima tahun ke depan akan lahir sekitar 500 sarjana di bidang Hukum dan Ilmu Politik yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Kalau setiap tahun kita bisa menyekolahkan 100 orang, maka lima tahun ke depan kita memiliki sekitar 500 sarjana yang akan turun ke masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan, baik melalui keilmuan hukum maupun ilmu politik,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini diperuntukkan bagi kader Partai Gerindra yang merupakan lulusan tahun 2023, 2024, 2025, dan 2026 serta memiliki komitmen untuk ikut berjuang dan berkontribusi bersama partai dalam membangun masyarakat.

“Kriterianya siapa pun kadernya, yang penting merupakan lulusan 2023, 2024, 2025, dan 2026 serta siap bersama-sama berjuang di Partai Gerindra, akan kami sekolahkan sampai lulus,” jelasnya.

H. Hamzah juga mengungkapkan bahwa program beasiswa tersebut sepenuhnya lahir dari semangat gotong royong internal Partai Gerindra. Seluruh pembiayaan dilakukan tanpa menggunakan APBD maupun bantuan pemerintah, melainkan melalui dukungan kader dan anggota dewan Partai Gerindra.

” Ini merupakan ikhtiar kami bersama kader-kader dan anggota dewan untuk membiayai kader-kader muda agar mereka dapat menjadi sarjana dan kelak mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai investasi terbaik bukanlah investasi pada bangunan atau proyek jangka pendek, melainkan investasi pada manusia. Dengan memberikan kesempatan pendidikan kepada generasi muda hari ini, daerah dan bangsa akan memiliki sumber daya manusia yang mampu melanjutkan pembangunan di masa depan.

Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan bahwa program tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung lahirnya SDM unggul sebagaimana semangat yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto, yakni bahwa kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

“Jika hari ini kita mampu menyekolahkan anak-anak muda, maka beberapa tahun ke depan kita akan memiliki ratusan sarjana yang kembali ke masyarakat untuk mengabdi, membantu, dan membangun daerah serta bangsa,” tutup Hamzah. (el’s)

Terpopuler