Depok | Sketsa Online – Gejolak ekonomi global akibat fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menjadi perhatian berbagai negara. Penguatan dolar tidak hanya memengaruhi perdagangan internasional, tetapi juga berdampak pada nilai tukar mata uang, biaya impor, tekanan inflasi, hingga iklim investasi di berbagai belahan dunia.
Bahkan, sejumlah mata uang seperti Yen Jepang, Euro, dan Lira Turki mengalami tekanan yang memicu ketidakpastian di pasar global.
Di tengah kondisi tersebut, Sekretaris DPC Partai Gerindra Depok sekaligus Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., menilai Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi dunia.
Menurutnya, kekuatan tersebut bertumpu pada fundamental ekonomi nasional yang relatif sehat sehingga gejolak eksternal tidak serta-merta menggoyahkan perekonomian dalam negeri.
“Gejolak dolar AS merupakan tantangan global yang dihadapi banyak negara. Namun Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, mulai dari konsumsi domestik yang besar, pengendalian inflasi, hingga berbagai kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
H. Hamzah menjelaskan, kuatnya fundamental ekonomi nasional harus menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk membangun daya tahan ekonomi lokal.
Sebab, keberhasilan ekonomi nasional pada akhirnya diukur dari sejauh mana manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok yang membidangi perekonomian, perdagangan, perindustrian, koperasi, UMKM, dan investasi, ia menilai tantangan global justru harus dijadikan momentum untuk mempercepat pengembangan potensi ekonomi Kota Depok.
Baginya, Depok memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Selain didukung jumlah penduduk yang besar dan produktif, kota ini juga memiliki ribuan pelaku UMKM, sektor perdagangan yang terus berkembang, serta posisi strategis sebagai wilayah penyangga Jakarta dengan akses pasar yang luas.
“Ketahanan ekonomi nasional akan semakin kuat apabila setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Karena itu, saatnya Kota Depok memperkuat sektor perdagangan, UMKM, koperasi, dan investasi secara berkelanjutan. Potensi tersebut sudah ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara maksimal,” kata Hamzah.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan permodalan semata. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha yang sehat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan akses pemasaran.
“Perkembangan ekonomi digital telah membuka peluang yang jauh lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, pendampingan dan pelatihan harus menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM di Kota Depok,” jelasnya.
Tak hanya itu, H. Hamzah juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan, kepastian regulasi, serta pelayanan publik yang efektif akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Kota Depok.
Ia menjelaskan bahwa investasi memiliki multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Masuknya investasi akan mendorong pertumbuhan dunia usaha, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta memperbesar pendapatan masyarakat dan daerah.
“Sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan kebijakan, Komisi B DPRD Kota Depok akan terus mengawal berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
H. Hamzah juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah optimistis bahwa apabila potensi lokal mampu dimaksimalkan melalui kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, Kota Depok tidak hanya mampu menghadapi gejolak ekonomi global, tetapi juga dapat menjadi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Gejolak ekonomi global tidak boleh membuat kita pesimis. Justru kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, penguatan sektor perdagangan, dan pengembangan potensi lokal. Jika ekonomi kerakyatan tumbuh kuat, maka Kota Depok akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutupnya. (el’s)

