Tak Jawab Telepon Wali Kota, Lurah dan Camat Disorot: Siswanto Desak Evaluasi

Depok | Sketsa Online – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali meluangkan waktunya mengunjungi Kota Depok. Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut mengajak Wali Kota Depok Supian Suri meninjau wilayah perbatasan antara Kota Depok dan Jakarta.

Tidak hanya melihat-lihat, Dedi Mulyadi juga mengajak Supian Suri turun dari kendaraan setelah melihat banyak tumpukan sampah di sekitar tugu yang menjadi penanda perbatasan wilayah.

KDM kemudian langsung menegur warga yang membuka usaha di dekat tugu perbatasan. Ia meminta agar kebersihan lingkungan lebih diperhatikan dan sampah yang berserakan segera dibersihkan.

“Kalau mau usaha di sini, dijaga dong kebersihannya,” kata KDM seraya meminta salah satu warga mengambil sapu.

Di sela-sela peninjauan tersebut, KDM meminta Supian Suri menghadirkan lurah dan camat yang membawahi wilayah tersebut.

“Ini lurah dan camatnya nggak pernah ngontrol. Coba ditelepon suruh ke sini,” pinta KDM.

Supian Suri pun langsung memenuhi permintaan tersebut. Namun, upayanya memanggil anak buahnya tidak membuahkan hasil karena panggilan telepon tidak dijawab.

“Waduh, bagaimana ini, ada wali kota telepon lurah nggak diangkat. Besok ganti aja dengan hansip,” kelakar KDM.

Supian Suri kemudian mencoba memberikan alasan mengapa Lurah Mekarsari dan Camat Cimanggis belum menjawab panggilannya.

“Mungkin masih rakor (rapat koordinasi),” kata Supian Suri, yang langsung ditimpali KDM, “Lurah jangan kebanyakan rakor.”

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, turut menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, lurah, camat, bahkan kepala dinas tidak boleh menyepelekan panggilan dari wali kota.

“Ya, ini sangat disayangkan. Apalagi peristiwa itu ditonton oleh publik,” ujar Siswanto pada Selasa (9/6/26).

Politisi PKB tersebut mengaku sejak awal telah mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Depok agar tidak berleha-leha setelah Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah dilantik.

“Awal-awal wali kota dan wakilnya dilantik, saya sudah sampaikan, jajaran Pemkot Depok tidak boleh santai-santai. Siapkan stamina buat mengimbangi kinerja pimpinannya,” ujarnya.

“Karena Pak Supian Suri dan Pak Chandra tipikal pemimpin yang tidak mau diam di balik meja. Jadi anak buahnya harus bisa mengimbangi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Siswanto menilai bahwa apa pun alasannya, termasuk sedang mengikuti rapat koordinasi, tidak memenuhi panggilan wali kota tidak dapat dibenarkan karena panggilan tersebut juga berkaitan dengan kepentingan pekerjaan.

“Sekarang rakor buat apa? Kan buat menjalankan kinerja. Sedangkan wali kota memanggil dalam rangka bekerja juga. Jadi apa pun alasannya tidak bisa dibenarkan,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, Siswanto meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran di bawahnya.

“Saya setuju dengan Pak Gubernur. Lurah, camat, kepala dinas jangan kebanyakan rakor. Turun ke lapangan. Bagi yang tidak bisa, mohon dievaluasi,” pungkas mantan jurnalis tersebut. (el’s)

Terpopuler