Depok | Sketsa Online – DPC PKB Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan kurban bertajuk “Solid Bergerak, Nyata Peduli, Siap Melayani” yang digelar di De Alden Camps, Kelurahan Kalimulya, Kamis (28/5/2026).
Pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, tren kurban PKB Kota Depok mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tingginya partisipasi kader dan antusiasme masyarakat terlihat dari total hewan kurban yang berhasil dihimpun dan disalurkan, yakni delapan ekor sapi serta 29 ekor kambing dan domba untuk masyarakat di berbagai wilayah Kota Depok.
Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, mengatakan pelaksanaan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran PKB di tengah masyarakat, khususnya di saat kondisi ekonomi masih penuh tantangan.
“Alhamdulillah tahun ini PKB Kota Depok kembali bisa melaksanakan kurban dengan total delapan ekor sapi dan 29 ekor kambing maupun domba. Hewan kurban ini sudah kami distribusikan ke setiap kecamatan melalui pengurus PAC sejak sebelum Hari Raya Idul Adha,” ujar Faizin.
Menurutnya, proses penyembelihan dilakukan secara bertahap di wilayah masing-masing anggota dewan dan pengurus PKB, sementara kegiatan di Kalimulya menjadi penutup rangkaian kurban tingkat DPC.
Faizin menegaskan, pembagian daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, warga miskin, serta kelompok yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Depok.
“Kami ingin semangat kurban ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Karena Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian sosial,” katanya.
Ia menilai momentum Idul Adha harus dimaknai sebagai semangat saling menguatkan di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Kenaikan harga kebutuhan pokok, tingginya nilai tukar dolar, hingga kenaikan harga minyak dunia dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Harga-harga mulai naik, nilai tukar dolar tinggi, harga minyak dunia juga meningkat. Situasi ini tentu berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Karena itu semangat Idul Adha harus menjadi semangat saling menguatkan dan bergandeng tangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faizin juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat.
Ia mengungkapkan, UMKM pernah menjadi penopang utama Indonesia saat menghadapi krisis ekonomi 1998 dan hingga kini tetap menjadi sektor yang paling bertahan di tengah tekanan ekonomi.
“Basis ekonomi Indonesia itu sebenarnya ekonomi rakyat dan UMKM. Maka pemerintah harus hadir memberikan dukungan nyata, baik dari sisi permodalan, pendampingan, maupun peningkatan kapasitas usaha,” tegasnya.
Lebih lanjut, PKB Kota Depok terus mendorong peningkatan kualitas UMKM melalui berbagai pelatihan gratis, penguatan digital marketing, hingga pengembangan kemampuan pelaku usaha agar mampu bertahan di era digital.
“Kami sudah mulai sejak 2025 memberikan pelatihan soft skill dan digital marketing bagi pelaku UMKM. Hari ini bertahan saja tidak mudah, maka mereka harus dibekali kemampuan menghadapi perubahan teknologi,” jelasnya.
Selain fokus pada ekonomi kerakyatan, PKB juga memberi perhatian terhadap generasi muda agar mampu menjadi penggerak ekonomi baru di masa depan.
“Kesempatan kerja yang tersedia hari ini tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja. Karena itu anak-anak muda harus didorong menjadi entrepreneur baru, berani usaha, berani bisnis, dan mampu menjadi tulang punggung keluarganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, PKB tengah menyiapkan ruang kreatif bagi generasi muda sebagai wadah bertukar gagasan, membangun jejaring, hingga menciptakan peluang usaha baru.
Di akhir keterangannya, Faizin berharap pemerintah dan sektor perbankan memiliki keberpihakan lebih kuat terhadap usaha mikro melalui kebijakan pembiayaan yang ringan dan mudah diakses masyarakat.
“Usaha mikro tidak bisa diperlakukan sama dengan usaha besar. Harus ada skema khusus, bunga ringan, dan pendampingan yang serius. Kalau UMKM kuat, ekonomi masyarakat juga akan kuat,” tutupnya. (el’s)

