Depok | Sketsa Online – Bagi sebagian orang, ulang tahun menjadi momentum untuk merayakan bertambahnya usia. Namun bagi Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., setiap 27 Juni justru menjadi ruang untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, mengevaluasi perjalanan hidup, sekaligus memperteguh komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
Tahun ini, Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok itu genap berusia 50 tahun.
Momen tersebut terasa semakin bermakna karena hadir di penghujung Bulan Bung Karno. Bagi kader PDI Perjuangan, bulan Juni bukan sekadar rangkaian peringatan sejarah, melainkan pengingat akan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat yang diwariskan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Hj. Yuni mengungkapkan, usia bukan sekadar hitungan waktu. Setiap pertambahan umur adalah amanah yang menghadirkan tanggung jawab lebih besar untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
“Bertambahnya usia bukan hanya bertambah angka, tetapi juga bertambah tanggung jawab. Saya memaknai setiap perjalanan hidup sebagai kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selama masih diberi kepercayaan, saya ingin terus mengabdi dengan tulus,” ujarnya, Sabtu (27/6/2025).
Lahir di Jakarta pada 27 Juni 1976, Hj. Yuni menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Sains (M.Si.). Menurutnya, pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bekal untuk memahami persoalan masyarakat dan merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Sebab, ilmu akan memiliki arti ketika diwujudkan melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kepercayaan yang kini diembannya pun bukan hasil perjalanan yang instan. Ia tumbuh melalui proses kaderisasi di PDI Perjuangan, membangun kedekatan dengan masyarakat dari tingkat akar rumput, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, hingga dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Depok selama beberapa periode.
Konsistensi itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok periode 2024–2029. Di internal partai, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok. Setiap jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan lebih luas.
“Bagi saya, jabatan bukan tujuan. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan. Karena itu, saya selalu berusaha hadir di tengah masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, lalu memperjuangkannya melalui tugas saya sebagai wakil rakyat,” tuturnya.
Selama menjalankan tugas sebagai legislator, Hj. Yuni dikenal konsisten mengawal berbagai aspirasi warga, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni, pemberdayaan perempuan, hingga berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia menilai, ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat bukan ditentukan oleh banyaknya agenda seremonial yang dihadiri, melainkan sejauh mana kebijakan dan perjuangan yang dilakukan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya selalu percaya bahwa politik harus menghadirkan solusi. Ketika masyarakat datang menyampaikan harapan atau keluhan, itu adalah amanah yang harus diperjuangkan. Mungkin tidak semua bisa selesai dalam waktu singkat, tetapi yang terpenting adalah ada ikhtiar dan keberpihakan,” katanya.
Momentum ulang tahun yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno juga menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang selama ini diyakininya.
Sebagai kader PDI Perjuangan, Hj. Yuni mengaku banyak belajar dari pemikiran Bung Karno tentang keberanian mengambil sikap, menjaga persatuan, serta memastikan politik tetap berpihak kepada rakyat kecil.
“Bung Karno mengajarkan bahwa politik adalah alat perjuangan untuk menyejahterakan rakyat. Nilai itulah yang selalu saya pegang. Saya ingin setiap amanah yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kebanggaan pribadi,” ungkapnya.
Di tengah tantangan pembangunan Kota Depok yang semakin kompleks, Hj. Yuni meyakini tidak ada satu pihak pun yang mampu bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa membangun kota ini sendirian. Semua harus bergandengan tangan, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya percaya, dengan kebersamaan, Depok akan semakin maju,” ujarnya.
Memasuki usia ke-50, Hj. Yuni mengaku tidak memiliki harapan yang muluk-muluk. Ia hanya memohon kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan agar dapat terus menjalankan amanah yang dipercayakan masyarakat.
“Doa saya sederhana. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan agar saya dapat terus bekerja dan mengabdi. Saya juga memohon doa dari seluruh masyarakat Kota Depok agar bisa terus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Di penghujung Bulan Bung Karno, perjalanan hidup Hj. Yuni Indriany menjadi pengingat bahwa politik sejatinya bukan tentang mengejar kekuasaan, melainkan menghadirkan manfaat bagi rakyat. Bertambahnya usia bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang semakin besar.
Ia memilih memaknai hari lahirnya bukan dengan kemeriahan, melainkan dengan memperbarui tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar setiap aspirasi, dan bekerja tanpa lelah demi Kota Depok yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.
“Pada akhirnya, sebagaimana semangat yang diwariskan Bung Karno, seorang pemimpin tidak dikenang karena jabatan yang pernah disandang, melainkan karena jejak pengabdian dan manfaat yang ditinggalkannya bagi rakyat,” tutupnya. (el’s)



