Depok | Sketsa Online — Penyertaan modal Pemerintah Kota Depok sebesar Rp40 miliar kepada PT Tirta Asasta (Perseroda) tidak hanya menyangkut tambahan modal bagi perusahaan daerah.
DPRD Kota Depok mendorong agar suntikan anggaran tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan publik, perluasan akses air perpipaan, hingga kemampuan menyediakan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketua DPRD Kota Depok, H. Ade Supriyatna, S.T., M.A.P., menilai penyertaan modal kepada BUMD harus memberikan manfaat yang terukur. Ketika pemerintah daerah menempatkan modal pada perusahaan yang menjalankan fungsi pelayanan publik, orientasinya tidak semata memperkuat kondisi perusahaan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik.
“Sebagai pengampu BUMD, kita juga harus memastikan BUMD kita memberikan pelayanan publik dengan standar service excellence. Tidak ada keluhan, tidak ada komplain, sehingga penyertaan modal dari pemerintah kota ini dapat memberikan manfaat yang optimal,” ujar Ades saat diwawancarai usai rapat paripurna, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan yang dapat dilihat secara langsung adalah bertambahnya masyarakat yang memperoleh akses jaringan air perpipaan. Perluasan sambungan rumah menjadi penting karena kualitas layanan air bersih pada akhirnya diukur dari seberapa luas masyarakat dapat menikmati layanan secara aman, mudah, dan berkelanjutan.
“Perluasan jaringan sambungan ke rumah-rumah, kemudian tingkat pelayanan yang semakin baik, tidak ada komplain, dan lain sebagainya,” katanya.
Ades menegaskan, perluasan cakupan layanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Bertambahnya pelanggan tidak akan cukup apabila tidak diikuti kemampuan perusahaan menjaga mutu pelayanan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.
Dengan perspektif tersebut, penyertaan modal seharusnya menjadi instrumen kebijakan yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menambah angka dalam struktur permodalan BUMD.
Manfaat penyertaan modal juga semakin penting ketika Depok menghadapi persoalan kekeringan. Pada kondisi tertentu, masyarakat di wilayah dengan keterbatasan sumber air membutuhkan intervensi cepat agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Situasi itu menuntut Tirta Asasta tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan yang telah terhubung jaringan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan.
Karena itu, Ades berharap peran Tirta Asasta dapat diperkuat sebagai bagian dari solusi pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan air bersih. Penyaluran air ketika terjadi kekeringan, menurutnya, menjadi salah satu bentuk kehadiran BUMD dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar.
“Artinya, untuk daerah-daerah yang mengalami kekeringan, kita berharap PDAM juga hadir dalam penyaluran air bersih. Ke depan, kita ingin pelayanan air tidak hanya semakin luas, tetapi juga semakin merata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk saat musim kemarau. Insyaallah,” tutup Ades. (el’s)







