Depok | Sketsa Online – Kader Partai Gerindra Kota Depok mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya kader, membangun soliditas organisasi, serta menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kaderisasi tersebut menjadi sarana pembinaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, memperkuat karakter, serta membentuk kader yang memiliki integritas, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas-tugas organisasi maupun pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi penting dalam mencetak kader yang tidak hanya memiliki semangat perjuangan, tetapi juga kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, menjadi kader partai politik bukan sekadar mengenakan atribut organisasi. Lebih dari itu, seorang kader harus memiliki kesiapan mental, loyalitas, semangat pengabdian, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Menjadi kader bukan hanya tentang semangat perjuangan, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, loyalitas, dan kemampuan dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujar H. Hamzah, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa perkembangan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah menuntut setiap kader untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri. Karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi instrumen penting dalam membentuk kader yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang kuat.
Dalam Diklat Laskar Gerindra tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga soliditas organisasi, memperkuat kerja sama antarkader, serta membangun semangat kolektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.
“Dengan Diklat Laskar Gerindra ini, kita memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta menyiapkan generasi pejuang yang siap mengawal dan menyukseskan program-program kerakyatan,” katanya.
H. Hamzah menekankan bahwa soliditas organisasi merupakan modal utama dalam menjalankan perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat. Kesamaan visi, tujuan, dan arah gerak menjadi faktor penting agar seluruh kader mampu bekerja secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menjaga semangat Satu Komando sebagai bentuk kedisiplinan dan loyalitas terhadap organisasi.
Baginya, semangat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program perjuangan dapat berjalan secara optimal.
“Semangat satu komando harus dimaknai sebagai kekuatan untuk bergerak bersama, saling mendukung, dan saling menguatkan dalam menjalankan tugas organisasi. Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, kita akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, H. Hamzah mengingatkan bahwa kader merupakan ujung tombak organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Maka, setiap kader harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, menjaga etika dalam berorganisasi, serta membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan seorang kader tidak hanya diukur dari keaktifannya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Kehadiran kader di tengah masyarakat harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, akan lahir kader-kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian sosial tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Menutup keterangannya, H. Hamzah mengajak seluruh kader untuk menjadikan semangat pengabdian sebagai landasan utama dalam setiap langkah perjuangan.
“Bersama, kita bergerak untuk rakyat, mengabdi untuk bangsa, dan berjuang demi Indonesia yang lebih maju. Semangat itulah yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Diklat Laskar Gerindra Provinsi Jawa Barat ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tangguh, berintegritas, disiplin, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan rakyat.
“Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Depok, Jawa Barat, dan Indonesia,” tutupnya. (el’s)



