KH Syukron Makmun Berpulang, Dunia Pesantren Kehilangan Sosok “Singa Podium”

Jakarta | Sketsa Online — Dunia pesantren dan umat Islam Indonesia berduka. Prof. KH Syukron Makmun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, berpulang ke rahmatullah pada Minggu (18/10/2026) pukul 09.25 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, dalam usia 84 tahun.

Ulama yang dikenal dengan julukan “Singa Podium” itu mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan Islam.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh putrinya, Hj. Qonita. Kepergian sang kiai menjadi kehilangan bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat yang mengenal kiprahnya dalam menyebarkan ajaran Islam.

“Pak Kiai meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pada Minggu pagi pukul 9.25 WIB,” ujar Hj. Qonita.

Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Daarul Rahman setelah kabar berpulangnya sang pengasuh tersebar. Ribuan massa memadati lingkungan pesantren, menghadirkan suasana haru di lembaga pendidikan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian almarhum.

Di tengah masyarakat, KH Syukron Makmun dikenal melalui gaya ceramahnya yang tegas, lugas, dan penuh semangat. Julukan “Singa Podium” melekat pada dirinya karena karakter dakwahnya yang kuat saat menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan berbagai kalangan.

Lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 21 Desember 1941, KH Syukron Makmun menempuh pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan Islam, termasuk Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Perjalanan keilmuannya menjadi bekal dalam mengembangkan dakwah sekaligus membina generasi muda.

Pengabdiannya tidak berhenti di mimbar dakwah. Pada 11 Januari 1975, ia mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta sebagai bagian dari ikhtiarnya memperkuat pendidikan Islam. Pesantren tersebut menjadi tempat para santri mendalami ilmu agama, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan tradisi keilmuan Islam.

Aktivitas dakwah KH Syukron Makmun juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara di Asia Tenggara. Perjalanan tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengabdian yang ia jalani dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.

Melalui dakwah dan pendidikan pesantren, KH Syukron Makmun meninggalkan jejak pengabdian yang erat dengan pembinaan umat dan generasi muda. Daarul Rahman menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut, sekaligus amanah yang perlu dijaga oleh generasi penerus.

Kepergiannya menutup perjalanan hidup seorang ulama yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun. Bagi keluarga besar Daarul Rahman, para santri, dan alumni, warisan keilmuan serta nilai-nilai yang ditanamkannya menjadi pengingat untuk melanjutkan pendidikan dan dakwah dengan penuh tanggung jawab.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum KH Syukron Makmun, menerima seluruh amal ibadah serta pengabdiannya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, para santri, alumni, dan keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Rahman, semoga Allah SWT menganugerahkan ketabahan, menguatkan hati, dan melimpahkan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler