Depok | Sketsa Online – Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UP2B Jakban.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan senilai kurang lebih Rp150 juta, berupa sejumlah sarana kebencanaan dan perlengkapan yang dapat menunjang kegiatan kebersihan serta pengelolaan lingkungan di wilayah Pondok Petir.
Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, S.H., mengatakan bantuan yang diterima antara lain berupa perahu karet, tenda untuk dapur umum, mesin pemotong rumput, berbagai perlengkapan kebersihan, serta motor Tosa listrik.
“Alhamdulillah, di Pondok Petir ini kita mendapatkan program TJSL dari PLN UP2B Jakban. Kita mendapatkan beberapa item barang seperti perahu karet, tenda untuk dapur umum, mesin pemotong rumput, alat-alat kebersihan, dan juga motor Tosa listrik dari PLN,” ujar Rengga, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut memiliki cakupan yang cukup luas. Selain memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat, program TJSL juga diarahkan untuk mendukung kegiatan pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat.
“Nilainya kurang lebih Rp150 juta. Selain kita mendapatkan program tanggap bencana, kita juga ada program pengolahan sampah juga dari PLN dengan anggaran tersebut,” katanya.
Bantuan peralatan itu juga dilengkapi dengan pembekalan kepada unsur masyarakat yang memiliki peran dalam kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan lingkungan. Pesertanya terdiri atas para ketua RW, penggiat pengolahan sampah, serta Ketua Tanggap Bencana Kelurahan Pondok Petir.
Pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi terkait. Dinas Pemadam Kebakaran memberikan materi mengenai respons ketika terjadi kebakaran, PLN menyampaikan edukasi tentang bahaya kelistrikan, sedangkan Dinas Sosial memberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika menghadapi bencana.
“Pesertanya para RW dan para penggiat pengolahan sampah, penggiat sampah, dan juga dihadiri Ketua Tanggap Bencana Kelurahan Pondok Petir. Kemarin narasumbernya juga ada dari Damkar yang memaparkan bagaimana respons kita kalau ada kejadian kebakaran,” ujar Rengga.
Ia menilai, pembekalan tersebut penting agar bantuan yang diterima tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi juga diikuti peningkatan pemahaman masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“PLN pun ada pemaparan bahayanya listrik. Dan juga ada pemaparan dari Dinsos juga, bagaimana cara kita ketika bencana, kita mesti apa,” jelasnya.
Di sisi lain, keberadaan motor Tosa listrik, mesin pemotong rumput, dan perlengkapan kebersihan diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat upaya pengelolaan sampah yang menjadi bagian dari program TJSL di Pondok Petir.
Bagi wilayah yang memiliki kebutuhan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi gangguan lingkungan dan bencana, ketersediaan sarana serta pengetahuan menjadi dua unsur yang saling melengkapi. Peralatan dapat digunakan ketika dibutuhkan, sementara pembekalan menjadi modal masyarakat untuk menentukan langkah yang tepat dalam kondisi darurat.
Rengga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pondok Petir.
“Harapannya, bantuan ini bukan hanya menjadi sarana saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Pondok Petir yang lebih siap, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang,” pungkasnya. (el’s)







