Pengajian TP PKK Depok Soroti Bahaya Narkoba, Camat Sukmajaya: Semua Dimulai dari Keluarga

Depok | Sketsa Online – Pencegahan bahaya narkoba tidak cukup hanya dengan memberikan larangan kepada anak. Keluarga perlu menjadi ruang pertama untuk membangun karakter, komunikasi, rasa aman, serta kemampuan anak mengenali dan menolak pengaruh yang berisiko.

Pesan itu mengemuka dalam Pengajian TP PKK Kota Depok bertema Peran TP PKK dalam Menjaga Keluarga dan Lingkungan dari Bahaya Narkoba yang digelar di Aula Kecamatan Sukmajaya, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam memfasilitasi TP PKK Kota Depok mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja I.

Tema narkoba diangkat untuk memperkuat kesadaran keluarga dan lingkungan dalam memberikan perlindungan kepada anak serta generasi muda.

Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP, M.A., menilai keluarga memiliki posisi penting karena anak pertama kali mengenal nilai, sikap, sekaligus cara menghadapi persoalan dari lingkungan terdekat. Ketahanan keluarga, perlu dibangun melalui kehadiran orang tua dan komunikasi yang terbuka.

“Semua dimulai dari keluarga. Ketahanan keluarga harus diperkuat agar anak memiliki lingkungan yang aman, perhatian yang cukup, dan pendampingan dalam menghadapi berbagai pengaruh di sekitarnya,” ujar Christine.

Perhatian kepada anak, tidak sebatas memenuhi kebutuhan material. Kehadiran secara emosional juga diperlukan agar anak memiliki tempat yang aman untuk bercerita ketika menghadapi persoalan, termasuk terkait pergaulan dan lingkungan sosial.

“Anak perlu merasa bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk berbicara. Orang tua perlu mendengar, bukan hanya menasihati. Dari komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui apa yang sedang dihadapi anak dan memberikan pendampingan sebelum persoalan berkembang lebih jauh,” katanya.

Dari keluarga, pesan pencegahan kemudian perlu diperluas ke lingkungan masyarakat. TP PKK memiliki ruang strategis untuk meneruskan edukasi karena kader berinteraksi langsung dengan keluarga dan warga. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan diharapkan tidak berhenti di forum pengajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“TP PKK tidak hanya hadir dalam kegiatan, tetapi juga memiliki peran untuk membawa pesan edukasi kepada keluarga dan lingkungan. Apa yang kita dapatkan di sini diharapkan bisa diteruskan kepada masyarakat, sehingga pengetahuan tentang bahaya narkoba menjadi kepedulian bersama,” jelasnya.

Semangat penguatan peran tersebut mendapat dukungan dari kehadiran Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Depok Arumsari Mangguluang Mansur, para Ketua TP PKK kecamatan se-Kota Depok, serta unsur pemerintah dan tamu undangan lainnya.

Christine mengapresiasi kehadiran jajaran tersebut. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan itu menjadi bagian penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap perlindungan anak.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga Cing Ikah selaku Ketua TP PKK Kota Depok, Ibu Arumsari Mangguluang Mansur, seluruh Ketua TP PKK kecamatan, serta para tamu undangan dapat hadir. Kebersamaan ini menjadi energi untuk terus memperkuat silaturahmi sekaligus kepedulian terhadap keluarga dan anak,” ungkapnya.

Suasana pengajian berlangsung interaktif melalui tausiah dan sesi tanya jawab bersama Ustazah Hj. Aliyah dari Kementerian Agama. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan mengikuti sesi tanya jawab berhadiah.

Kepedulian sosial turut melengkapi rangkaian acara. TP PKK Kota Depok bersama DWP Kota Depok memberikan santunan berupa uang dan alat tulis kepada 20 anak yatim. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan anak sekaligus memperkuat semangat kepedulian di tengah masyarakat.

Bagi Christine, edukasi tentang bahaya narkoba tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh perlu diteruskan oleh kader kepada keluarga dan masyarakat agar pencegahan menjadi bagian dari kesadaran bersama.

“Kalau keluarga kuat, lingkungan juga harus ikut menjaga. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab ini hanya kepada orang tua. Semua memiliki peran, mulai dari keluarga, kader, pemerintah sampai masyarakat. Semakin banyak yang peduli, semakin kuat pula perlindungan untuk anak,” kata Christine.

Pencegahan narkoba pada akhirnya bukan hanya tentang mengenalkan bahayanya, tetapi juga membangun keberanian anak untuk menolak pengaruh negatif serta memastikan mereka memiliki tempat yang aman untuk mencari bantuan. Rumah menjadi titik awal, sementara keluarga, PKK, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian dari perlindungan yang saling menguatkan.

“Jangan sampai anak merasa menghadapi persoalannya sendirian. Keluarga harus menjadi tempat pertama untuk mendengar, membimbing, dan menguatkan. Ketika orang tua hadir, TP PKK terus mengedukasi, dan lingkungan ikut peduli, kita sedang membangun perlindungan bagi anak sejak dari rumah,” pungkas Christine. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler