Catat Tanggalnya! Hj. Yuni Indriany Ajak Warga Depok Teladani Akhlak Rasulullah di Maulid Nabi Perjuangan

Depok | Sketsa Online – Warga Kota Depok diajak menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk Maulid Nabi Perjuangan yang akan digelar di Lapangan Alun-Alun Grand Depok City (GDC), Minggu, 20 September 2026. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan terbuka untuk seluruh masyarakat.

Mengusung tema Meneladani Rasulullah SAW dalam Iman, Akhlak dan Pengabdian untuk Rakyat, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., mengajak masyarakat dari berbagai wilayah untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Baginya, peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

“Bismillah, saya mengajak Bapak dan Ibu, masyarakat Depok, untuk hadir bersama di Maulid Nabi Perjuangan ini. Mari kita memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus belajar kembali dari iman, akhlak, dan perjuangan beliau,” ujar Hj. Yuni pada Sabtu (12/9/2026).

Pesan keteladanan itu akan diperkuat melalui tausiah yang menghadirkan Ustaz H. Muhammad Akri, S.Pd. dan Habib Ali Syaugi bin Haidar Al Habsyi sebagai penceramah. Materi yang disampaikan akan mengangkat nilai-nilai keimanan, akhlak, perjuangan, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan tema kegiatan.

Hj. Yuni menilai nilai-nilai tersebut tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, dan sikap menghargai sesama, menurutnya, bukan hanya menjadi ajaran yang dipahami, tetapi perlu dibiasakan sejak dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya kita mengenal kisah Rasulullah, tetapi bagaimana akhlak beliau bisa kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, sampai ketika kita berinteraksi dengan masyarakat,” katanya.

Dari keteladanan itu pula, semangat pengabdian kepada rakyat dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama, membantu warga yang membutuhkan, hingga memberikan manfaat sesuai kemampuan menjadi bagian dari praktik nilai-nilai tersebut.

“Kalau kita ingin berbicara tentang pengabdian kepada rakyat, saya kira semuanya bisa dimulai dari hal sederhana. Peduli kepada orang lain, membantu ketika ada yang membutuhkan, dan melakukan apa yang kita bisa untuk memberikan manfaat,” ucapnya.

Karena itu, Hj. Yuni menekankan agar pesan yang disampaikan dalam Maulid Nabi tidak berhenti sebagai materi tausiah. Nilai-nilai yang dipelajari perlu dibawa ke dalam kehidupan nyata sehingga peringatan tersebut meninggalkan dampak yang lebih panjang bagi masyarakat.

“Jangan sampai setelah Maulid selesai, semuanya berhenti di acara. Justru yang kita harapkan adalah nilai yang kita dengar malam itu bisa kita bawa pulang dan kita praktikkan dalam kehidupan,” tuturnya.

Di sisi lain, peringatan Maulid juga menjadi ruang perjumpaan bagi warga dari berbagai wilayah Depok. Silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan bersama diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat “Maulid Nabi Perjuangan” pada akhirnya harus bermuara pada tindakan. Iman dan akhlak menjadi pijakan, sedangkan karya, kepedulian, dan pengabdian menjadi wujud nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Yuk, kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk bergerak dan berbuat. Teladani Rasulullah dalam iman dan akhlak, lalu wujudkan dalam karya, kepedulian, dan pengabdian yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dari kebaikan yang kita mulai bersama, insyaallah lahir Depok yang semakin kuat dan maju,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler