Dua Periode Nahkodai PPP Depok, H. Mazhab Tegak Lurus Instruksi Pusat dan Kawal Kebijakan Wali Kota

Depok | Sketsa Online — H. Mazhab H.M. kembali dipercaya memimpin DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok periode 2026–2031. Memasuki periode kedua, Mazhab mengarahkan organisasi pada konsolidasi, regenerasi, kerja kemasyarakatan, dan penguatan elektoral sebagai pijakan menghadapi Pemilu 2029.

Kepengurusan baru DPC PPP Kota Depok resmi dilantik bersamaan dengan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kota Depok di The Castle, RKB, Pancoran Mas, Depok, Minggu (6/9/2026).

Mazhab mengatakan, kembali dipercaya memimpin partai merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan. Keputusan tersebut bukan semata pilihan pribadi, melainkan bagian dari mandat organisasi.

“Sebagai kader partai, tentu saya harus berikhtiar menjalankan apa yang menjadi perintah partai. Ketika pimpinan memberikan amanah kepada kader, tentu saya tidak bisa mengelak. Amanah tersebut saya respons dengan baik dan saya iringi dengan ikhtiar,” kata Mazhab.

Ia menjelaskan, kepengurusan periode 2026–2031 sebenarnya telah memiliki kepastian sejak Surat Keputusan (SK) diterbitkan sekitar tiga bulan sebelum pelantikan. Karena itu, pelantikan menjadi momentum untuk mengonsolidasikan struktur dan memastikan seluruh jajaran segera bekerja.

“SK-nya sudah keluar sekitar tiga bulan lalu. Jadi secara de facto dan de jure, kepengurusan PPP periode 2026–2031 sudah jelas dan tuntas. Sekarang tinggal bagaimana seluruh pengurus menjalankan amanah tersebut,” ujarnya.

Setelah struktur organisasi terbentuk, Mazhab menempatkan penguatan elektoral sebagai agenda utama. Kerja partai, harus diterjemahkan menjadi aktivitas politik yang mampu memperluas dukungan sekaligus meningkatkan keterwakilan PPP di DPRD Kota Depok.

“Yang paling penting adalah bagaimana seorang pengurus partai bisa meningkatkan elektoral. Saat ini kami mengejar kerja-kerja elektoral untuk menghadapi Pemilu 2029,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Mazhab menekankan pentingnya kualitas kader. Pengurus tidak hanya dituntut aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki daya juang, ketokohan, serta kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat.

“Prinsip PPP Depok, kursinya harus bertambah dan meningkat. Maka, pengurus yang saya rekrut harus punya daya juang, gigih, ikhlas, serta memiliki ketokohan yang dapat meningkatkan elektoral PPP,” ungkapnya.

Penguatan elektoral itu tetap ditempatkan dalam kerangka identitas PPP sebagai partai Islam. Pesan Ketua DPW PPP Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum mengenai pentingnya akhlak, adab, dan moral menjadi salah satu pijakan bagi kepengurusan baru.

Lebih lanjut, Mazhab menilai karakter kader merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Identitas keislaman PPP, harus tercermin melalui perilaku para pengurus dalam menjalankan tugas politik maupun sosial.

“Jangan sampai menjadi pengurus partai, tetapi tidak mencerminkan akhlak dan adab. Apalagi melakukan hal-hal negatif. Itu harus dijaga karena PPP adalah partai Islam,” ucapnya.

Di tingkat daerah, PPP Depok juga mengambil posisi sebagai kekuatan politik yang mendukung sekaligus mengawal kebijakan Wali Kota Depok, Supian Suri. Dukungan tersebut diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“PPP menjadi garda terdepan untuk mendukung kebijakan Wali Kota Depok, Supian Suri. Bagi kami, dukungan itu harus diwujudkan melalui kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program kemasyarakatan. Di sektor ekonomi, PPP Depok melakukan pembinaan UMKM melalui dukungan permodalan dan pendampingan. Sebanyak 155 pelaku usaha disebut telah menerima manfaat, dengan sejumlah produk binaan mulai menembus pasar di luar Pulau Jawa.

“Pembinaan UMKM kami lakukan melalui dukungan permodalan dan pendampingan. Kami ingin UMKM bukan hanya dibantu ketika ada kegiatan, tetapi bisa berkembang dan memperluas pasarnya,” tuturnya.

Agenda sosial juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan keagamaan. PPP Depok telah mendorong penanaman sekitar 725 pohon yang diselaraskan dengan semangat Depok Asri. Di sisi lain, sekitar 1.800 Al-Qur’an telah diwakafkan dalam berbagai momentum peringatan hari besar Islam.

“Penanaman pohon ini juga bagian dari kepedulian kami terhadap lingkungan. Program ini sejalan dengan agenda Depok Asri. Kami juga melakukan wakaf Al-Qur’an di berbagai kegiatan keagamaan. Jumlahnya sekitar 1.800 Al-Qur’an. Ini bagian dari ikhtiar kami mendukung semangat Kota Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, keberlanjutan kerja tersebut penting agar partai tidak hanya terlihat ketika momentum politik tiba. Kehadiran yang konsisten, menjadi modal untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Partai jangan hanya hadir ketika pemilu. Masyarakat harus melihat bahwa PPP bekerja, hadir, dan memberikan manfaat. Dari situlah kepercayaan dibangun,” tandasnya.

Di internal organisasi, Mazhab juga mendorong regenerasi dengan memperbesar ruang bagi generasi muda. Sekitar 80 persen pengurus harian DPC PPP Depok disebut berasal dari generasi Z. Sementara di tingkat ranting, sekitar 99 persen ketua dan sekretaris disebut berusia di bawah 30 tahun.

Komposisi tersebut diharapkan membuat organisasi lebih adaptif terhadap perubahan, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan pola komunikasi politik. Namun, Mazhab menegaskan regenerasi tidak berarti mengesampingkan kader senior yang memiliki pengalaman dan jaringan sosial.

“Anak-anak muda punya energi dan kreativitas. Mereka juga lebih cepat beradaptasi dengan teknologi. Tetapi generasi yang lebih senior punya pengalaman, jaringan, dan pemahaman terhadap masyarakat. Dua kekuatan itu harus dipertemukan,” ujarnya.

Karena itu, regenerasi diarahkan menjadi kolaborasi lintas generasi. Kader muda diberi ruang untuk berkembang dan menjangkau pemilih baru, sementara kader senior tetap berperan menjaga pengalaman, jaringan, serta basis tradisional PPP.

“PPP Depok harus membangun kolaborasi antara Gen Z, milenial, dan generasi yang lebih senior. Jangan sampai yang muda berjalan sendiri, yang senior juga berjalan sendiri,” tegas Mazhab.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Mazhab ingin perubahan struktur kepengurusan menghasilkan pola kerja baru yang memadukan energi generasi muda dengan pengalaman kader senior.

“Ini bukan sekadar soal mengganti pengurus dengan anak muda. Yang kami bangun adalah kekuatan bersama. Yang muda punya kesempatan, yang senior tetap menjadi bagian penting dalam membimbing dan menguatkan organisasi,” tegasnya.

PPP Depok juga menjadi DPC pertama di Jawa Barat yang melaksanakan pelantikan kepengurusan periode 2026–2031. Mazhab menilai momentum tersebut menunjukkan kesiapan organisasi untuk segera menjalankan agenda yang telah disusun.

“Depok menjadi yang paling siap dan yang pertama melaksanakan pelantikan. Ini menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” kata Mazhab.

Memasuki periode kedua, Mazhab kini tidak hanya dituntut memastikan roda organisasi berjalan, tetapi juga mengubah konsolidasi, regenerasi, dan kerja kemasyarakatan menjadi kekuatan politik yang terukur. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperluas dukungan masyarakat dan menambah keterwakilan PPP di DPRD Kota Depok pada Pemilu 2029.

Menutup pernyataannya, Mazhab menegaskan lima tahun ke depan sebagai fase pembuktian bagi kepengurusan baru untuk meningkatkan daya elektoral PPP.

“Fokus kami bukan hanya menambah kursi, tetapi membangun kekuatan PPP yang semakin solid, dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan kader-kader yang membawa manfaat. Semua ikhtiar ini kami arahkan untuk menjadikan PPP Depok semakin kuat dan lebih diperhitungkan pada Pemilu 2029,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler