PAN Depok Reset Mesin Politik! H. Igun Bidik 6 Kursi, Pencalegan Dini Dimulai

Depok | Sketsa Online – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok mulai melakukan pembenahan internal setelah perolehan kursi pada Pemilu 2024 mengalami penurunan. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi partai untuk membangun kembali kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPD PAN Kota Depok, H. Igun Sumarno, mengatakan pembenahan internal menjadi prioritas sebelum partai berbicara mengenai target perolehan kursi. Evaluasi tersebut juga menyasar kepemimpinan dirinya bersama Hasbullah Rahmad dalam mengelola dan mengonsolidasikan kekuatan PAN di Kota Depok.

“Kami sedang introspeksi diri, sedang evaluasi diri dari apa yang sudah kita lakukan selama ini. PAN ini kan papan atas di Depok ini, tapi kenapa kita jadi terpuruk? Itu memang evaluasinya ada di saya dengan Bang Hasbullah. Itu kuncinya PAN di Depok,” kata Igun di sela-sela acara di Kampoeng Wisata Gowes, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, hasil Pemilu 2024 tidak semata-mata harus dilihat dari sisi perolehan angka, tetapi juga sebagai evaluasi terhadap soliditas internal partai. Karena itu, PAN Depok kini mendorong konsolidasi agar seluruh struktur dan kader bergerak dalam satu arah.

“Sekarang sudah tidak ada matahari kembar, sudah tidak ada afiliasi siapa pun. Kita hanya satu kata bahwa PAN itu adalah satu arahan Zulkifli Hasan,” tegasnya.

Upaya memperkuat konsolidasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan kader dari tingkat DPC hingga ranting. Salah satunya melalui lomba mancing dalam rangka HUT ke-28 PAN.

Meski dikemas sebagai kegiatan kebersamaan, Igun menyebut agenda tersebut memiliki fungsi lebih luas, yakni mempererat hubungan antarkader dan membuka ruang komunikasi di luar struktur formal organisasi.

“Bukan hanya mancing. Di dalamnya yang paling utama pada saat kita berkumpul seperti itu adalah nilai silaturahim. Ada keterkaitan silaturahmi bagi yang belum kenal, yang sudah kenal, antara kader dengan kader lainnya,” ujarnya.

Konsolidasi tersebut juga dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. PAN Depok berencana menggelar pertemuan dan kegiatan secara berkala setiap tiga bulan untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat kedekatan antaranggota.

“Kita akan melakukan kegiatan tiga bulan sekali. Tujuannya supaya bersatu padu, kita saling kenal, kita dekat. Kalau sudah kompak kita semua, saya kira itu modal utama untuk menaikkan kursi PAN,” ucap Igun.

Setelah pembenahan internal berjalan, PAN Depok mulai menyusun strategi elektoral untuk Pemilu 2029. Partai menargetkan perolehan enam kursi DPRD Kota Depok.

Target tersebut berarti PAN harus menambah empat kursi dari dua kursi yang saat ini dimiliki.

“Sebetulnya bukan enam kursi. PAN itu hanya butuh empat kursi, kan kita sudah punya dua,” tandas Igun.

Untuk mencapai target tersebut, PAN Depok menyiapkan strategi pencalegan lebih awal. Sekitar 26 nama telah masuk dalam penjaringan, meski jumlah tersebut masih merupakan daftar awal dan belum menjadi daftar calon yang dipastikan maju pada Pemilu 2029.

Igun mengatakan, calon yang dipersiapkan tidak hanya harus memiliki popularitas, tetapi juga kapasitas, etika, kemampuan komunikasi, modal sosial, serta penerimaan di berbagai lapisan masyarakat.

“Kita akan mencari caleg yang potensial. Dia punya modal, punya adab, etika, skill, pengetahuan, punya bekal modal juga, dan bisa diterima di semua kalangan masyarakat. Itu yang akan kita evaluasi,” ungkapnya.

Pencalegan dini ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Para bakal calon nantinya akan didorong untuk turun langsung ke masyarakat dan membangun basis di daerah pemilihan masing-masing jauh sebelum tahapan pemungutan suara.

“Di 2027 kita target ada pencalegan dini. Calon-calon bacaleg ini kita biarkan turun ke masyarakat memperkenalkan,” ucapnya.

Dengan persiapan lebih panjang, PAN Depok ingin menguji kemampuan para figur dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengubah modal sosial tersebut menjadi dukungan politik pada Pemilu 2029.

Bagi PAN Depok, dua kursi yang telah dimiliki menjadi basis yang harus dipertahankan, sedangkan empat kursi tambahan menjadi target ekspansi. Keberhasilan strategi tersebut akan sangat bergantung pada soliditas struktur partai dan kemampuan para calon dalam membangun dukungan di masing-masing daerah pemilihan.

Momentum HUT ke-28 PAN pun dijadikan titik awal untuk mengubah hasil evaluasi Pemilu 2024 menjadi agenda kerja menuju Pemilu 2029. Konsolidasi internal, pencalegan dini, serta penguatan figur menjadi rangkaian strategi yang disiapkan PAN Depok untuk mengembalikan daya saing elektoralnya.

“Kini, pekerjaan PAN Depok adalah memastikan proses evaluasi berubah menjadi kerja politik yang terukur. Konsolidasi harus menghasilkan struktur yang solid, pencalegan dini harus menghasilkan figur kompetitif, dan seluruh proses tersebut pada akhirnya harus dikonversi menjadi tambahan empat kursi pada Pemilu 2029,” tegasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler