Depok | Sketsa Online – Potensi Sakha Fatih Albachtiar mulai mencuri perhatian setelah tampil sebagai Most Valuable Player (MVP) pada laga pembuka Sniper Elite Basketball Tournament 2026 kategori KU-14.
Kapten Phoenix-G Depok itu tampil menonjol saat membawa timnya menundukkan Virus Bekasi dengan skor 47-38 di Bhakti Sport Bekasi, Sabtu (22/8).
Sejak pertandingan dimulai, Sakha terlihat aktif mengatur ritme permainan Phoenix-G Depok. Duel berlangsung ketat karena kedua tim saling mengejar perolehan angka hingga kuarter kedua. Dalam situasi tersebut, pemain muda ini tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga berupaya menjaga koordinasi tim agar tetap berjalan sesuai pola yang telah disiapkan.
Tanggung jawab sebagai kapten turut membuat Sakha harus mampu membaca situasi di lapangan. Memasuki kuarter ketiga, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi.
“Tetap fokus, konsentrasi ke pertandingan dan team work,” ujar Sakha.
Kepemimpinan tersebut menjadi salah satu sisi yang menonjol dari penampilannya. Di kategori KU-14, Sakha mulai menunjukkan bahwa kualitas seorang pemain bukan hanya terlihat dari kemampuan teknis, tetapi juga dari keberanian mengambil tanggung jawab serta menjaga mental rekan-rekan setim.
Phoenix-G Depok kemudian mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Performa konsisten sepanjang laga membuat Sakha diganjar penghargaan MVP.
Meski menerima penghargaan individu, Sakha tidak menempatkan dirinya sebagai penentu tunggal kemenangan. Ia justru menekankan pentingnya kekompakan seluruh pemain dalam mengamankan hasil positif tersebut.
“Yang paling penting kami tetap kompak dan saling support. Kemenangan ini hasil kerja sama tim, bukan saya sendiri,” kata Sakha.
Bagi pemain muda, penghargaan seperti MVP dapat menjadi catatan penting dalam perjalanan karier. Namun, pencapaian tersebut sekaligus membawa tantangan baru untuk menjaga performa, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas permainan pada laga-laga berikutnya.
Sakha pun memilih menjadikan penghargaan itu sebagai pemacu untuk bekerja lebih keras. Setiap pertandingan ingin dimanfaatkannya sebagai pengalaman untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi Phoenix-G Depok.
“MVP ini jadi motivasi buat saya supaya lebih semangat latihan dan bisa bermain lebih baik lagi di pertandingan berikutnya,” tuturnya
Penampilan tersebut juga memberi gambaran mengenai peluang Sakha untuk berkembang menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Porda menjadi salah satu panggung yang dapat dituju dalam perjalanan pembinaannya.
Namun, jalan menuju level tersebut masih panjang. Konsistensi performa, peningkatan kemampuan teknis dan fisik, kedisiplinan menjalani latihan, serta kematangan mental akan menjadi bagian penting dalam prosesnya. Jam terbang melalui berbagai kompetisi juga dibutuhkan agar Sakha semakin terbiasa menghadapi tekanan dan persaingan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Dengan demikian, penghargaan MVP di kategori KU-14 bukanlah garis akhir. Justru, capaian tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi Sakha untuk membangun standar permainan yang lebih tinggi. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus berkembang, peluang untuk menapaki kompetisi yang lebih tinggi pun semakin terbuka.
Di sisi lain, Coach Pur mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan kemenangan pada pertandingan perdana. Menurutnya, hasil atas Virus Bekasi baru menjadi awal perjalanan Phoenix-G Depok dalam turnamen tersebut.
“Kemenangan pertandingan ini baru tahap awal. Tetap semangat, terus latihan yang rajin, jaga kekompakan,” ujar Coach Pur.
Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa perjalanan menuju level kompetisi yang lebih tinggi membutuhkan proses berkelanjutan. Potensi yang terlihat dalam satu pertandingan harus dibuktikan melalui konsistensi latihan, disiplin, serta kemampuan menjaga performa ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Bagi Sakha, target terdekat bukan sekadar kembali meraih penghargaan individu. Ia ingin terus berkembang bersama Phoenix-G Depok dan menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi tim.
“Saya ingin terus belajar, terus latihan dan membantu tim supaya bisa menang di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tutup Sakha. (el’s)






