Depok | Sketsa Online – Industri kreatif semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, keterampilan, dan kreativitas. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat pelajar memiliki akses lebih luas untuk mengenal berbagai profesi sekaligus memahami peluang karier yang tumbuh di dalamnya.
Ruang tersebut diperkenalkan Nisero Production kepada siswa SMPN 31 Depok melalui kegiatan edukasi mengenai dunia entertainment, perfilman, media sosial, serta peluang karier di industri kreatif, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan talenta muda untuk memberikan gambaran langsung tentang proses serta dinamika industri. Para siswa tidak hanya dikenalkan pada profesi yang tampil di depan kamera, tetapi juga berbagai peran di balik sebuah produksi.
Perwakilan Nisero Production, Ivan Nisero Makawangkel, mengatakan kedekatan pelajar dengan teknologi perlu diarahkan menjadi kemampuan yang produktif.
“Instagram dan media sosial sebenarnya bisa menjadi pembelajaran pertama bagi anak-anak. Di sana juga ada peluang karier, khususnya bagi mereka yang memang memiliki ketertarikan di dunia entertainment,” ujarnya.
Menurut Ivan, generasi Z dan Alpha memiliki modal besar untuk berkembang karena tumbuh dengan akses informasi dan teknologi yang luas. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi pendidikan, latihan, pendampingan keluarga, serta lingkungan yang mendukung.
“Saya ingin ikut membangun Depok agar semakin kreatif. Ekonomi kreatifnya juga bisa semakin berjalan dan berkembang,” ungkapnya.
Pentingnya pendampingan dalam mengembangkan minat anak juga disampaikan talenta muda Farell Akbar. Berbekal pengalaman menekuni dunia televisi, perfilman, dan entertainment sejak kecil, Farell melihat minat anak seharusnya tidak berhenti sebagai hobi, tetapi dapat diarahkan menjadi kemampuan yang memiliki nilai positif.
“Kalau anak punya minat, jangan langsung dilarang. Lebih baik diarahkan dan didampingi supaya minatnya bisa berkembang secara positif,” ujar Farell.
Pengalaman serupa datang dari Shaquila Keisha, talenta muda berusia 19 tahun yang mulai tertarik pada dunia akting sejak sekolah dasar. Aktivitasnya di industri entertainment tetap dijalankan bersamaan dengan pendidikan.
Shaquila kini tercatat sebagai mahasiswa LSPR jurusan Public Relations. Perkuliahan secara daring membantunya menyesuaikan jadwal akademik dengan aktivitas syuting. Perjalanannya di dunia entertainment juga diwarnai berbagai kompetisi sejak 2022 dan 2023, hingga meraih prestasi tingkat nasional serta mengikuti Miss Teen Icon International 2024.
“Pendidikan tetap penting. Dunia entertainment bisa dijalani, tetapi harus pintar membagi waktu dan tetap bertanggung jawab dengan pendidikan,” ujar Shaquila.
Pengalaman kedua talenta muda tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif bukan sekadar ruang untuk tampil atau mengejar popularitas. Di dalamnya terdapat proses belajar yang menuntut disiplin, komunikasi, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab terhadap pendidikan.
Bagi mereka, pengenalan terhadap dunia kreatif sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk memahami potensi diri dan menentukan arah pengembangan kemampuan. Teknologi yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari pun dapat dialihkan dari sekadar konsumsi menjadi sarana belajar dan berkarya.
Melalui kegiatan tersebut, Nisero Production mendorong siswa SMPN 31 Depok agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, dan menghasilkan karya.
“Dunia digital dan media sosial tidak hanya untuk hiburan. Jika dimanfaatkan secara bijak, teknologi dapat menjadi sarana belajar, berkarya, membangun kreativitas, sekaligus membuka peluang masa depan di industri kreatif,” tutupnya. (el’s)






