Depok | Sketsa Online – Di tengah dinamika kehidupan sosial, organisasi, dan politik yang semakin kompleks, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap istiqomah dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran serta menjaga integritas di tengah berbagai perbedaan dan tantangan.
Pesan tersebut disampaikannya melalui refleksi bertajuk Dalam Perjuangan, pada Senin (6/7/2026).
H. Hamzah mengungkapkan, konsistensi terhadap prinsip merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang dipercaya masyarakat, terutama di tengah dinamika sosial, organisasi, dan politik yang terus berkembang.
Dalam pandangannya, perbedaan sikap dan cara pandang merupakan hal yang wajar dalam setiap proses perjuangan. Namun, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan integritas, etika, maupun persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi ruang untuk saling menghormati dan memperkuat kedewasaan dalam berdemokrasi serta berorganisasi.
Dalam refleksinya, H. Hamzah menyampaikan pesan yang sarat makna:
“Kalau tidak bisa searah, kita jadikan sejarah. Kalau tidak bisa seprinsip, kita jadikan arsip. Tetap istiqomah,” tegasnya.
Kalimat tersebut merupakan pengingat bahwa setiap perjuangan akan selalu diwarnai dinamika. Karena itu, setiap individu harus mampu menjaga komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini tanpa mengesampingkan sikap saling menghormati.
“Dalam setiap perjuangan pasti ada perbedaan. Namun, prinsip tidak boleh ditukar dengan kepentingan sesaat. Kalau memang tidak lagi sejalan, cukup jadikan bagian dari perjalanan sejarah tanpa harus menghilangkan rasa hormat dan persaudaraan,” ujarnya.
Ia menilai tantangan terbesar dalam sebuah perjuangan justru datang ketika seseorang dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan prinsip atau mengejar kepentingan jangka pendek. Kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui konsistensi, kejujuran, dan integritas yang terus dijaga.
H. Hamzah juga mengingatkan bahwa jabatan, kekuasaan, maupun popularitas hanyalah amanah yang bersifat sementara. Sebaliknya, integritas, rekam jejak, dan keteladanan merupakan warisan yang akan terus dikenang oleh masyarakat.
“Jabatan hanyalah amanah yang memiliki batas waktu. Kekuasaan bisa berganti, tetapi integritas akan selalu menjadi warisan yang dikenang. Maka, jangan pernah meninggalkan prinsip hanya demi kepentingan sesaat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Hamzah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya dialog yang sehat, menghormati perbedaan, memperkuat persatuan, serta mengedepankan kepentingan bersama. Masyarakat saat ini membutuhkan lebih banyak keteladanan dalam tindakan daripada sekadar retorika.
Ia berharap semangat istiqomah menjadi karakter yang terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, maupun saat mengemban amanah kepemimpinan.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perjuangan tidak diukur dari tingginya jabatan atau besarnya kekuasaan, melainkan dari kemampuan menjaga integritas, prinsip, serta manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan setiap perjuangan sebagai ikhtiar memberi manfaat. Tetap istiqomah, jaga integritas, hormati perbedaan, dan jangan gadaikan prinsip demi kepentingan sesaat. Sebab, yang akan dikenang bukan jabatan, melainkan manfaat dan keteladanan yang kita tinggalkan,” tutupnya. (el’s)



