Depok | Sketsa Online – Karang Taruna Kota Depok memperkuat soliditas dan kapasitas pengurus tingkat kecamatan untuk meningkatkan kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah. Upaya ini diarahkan agar organisasi tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) di Wisma Hijau, Kota Depok, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Wardaya, itu diikuti pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan se-Kota Depok. Materi yang diberikan meliputi pemaknaan organisasi, penguatan komitmen kepengurusan, serta pemahaman Pedoman Organisasi sebagai landasan menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Ketua Karang Taruna Kota Depok, H. Irwan Nurwanto, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak cukup bertumpu pada struktur kepengurusan. Soliditas harus tercermin dalam komunikasi yang terjaga, kesamaan tujuan, dan kesungguhan setiap pengurus menjalankan peran di wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Saya ingin komunikasi yang terbangun tidak hanya berlangsung saat pertemuan, tetapi berlanjut dalam kerja nyata di wilayah masing-masing,” ujar Irwan.
Ia menekankan bahwa Bimtek harus menjadi momentum untuk memperbaiki pola kerja organisasi. Pengetahuan yang diperoleh pengurus perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas agar Karang Taruna semakin responsif terhadap persoalan sosial di lingkungannya.
“Jangan sampai setelah mengikuti Bimtek, kita kembali menjalankan organisasi dengan cara yang sama tanpa ada perbaikan. Harus ada hal yang bisa diterapkan dan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Penguatan kapasitas tersebut penting karena Karang Taruna memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan organisasi yang terarah, pemuda dapat mengambil inisiatif, membangun kolaborasi, serta terlibat dalam mencari solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.
Untuk mendukung peran itu, pemahaman terhadap Pedoman Organisasi perlu disertai kejelasan pembagian tugas dan koordinasi antarpengurus. Keduanya menjadi fondasi agar kegiatan di tingkat kecamatan berjalan konsisten dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan materi Bimtek diterapkan setelah kegiatan berakhir. Pengurus perlu mampu mengenali persoalan sosial di wilayahnya dan mengembangkan kegiatan kepemudaan yang relevan. Dengan demikian, hasil pembinaan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman, tetapi berlanjut pada perbaikan cara kerja organisasi.
Bagi Irwan, soliditas bukanlah tujuan akhir, melainkan modal untuk memperluas kontribusi pemuda bagi masyarakat. Keberadaan Karang Taruna harus tercermin dari keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan kemampuan mereka memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Target kita bukan sekadar memiliki organisasi yang solid, tetapi menjadikan Karang Taruna hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari lingkungan masing-masing, pemuda harus mampu mengambil peran dalam mendorong kemajuan Kota Depok,” tutupnya. (el’s)







