Soroti Peluang Kerja ke Jepang, Camat Sukmajaya Ungkap Harapan Wali Kota Depok

Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok berharap kerja sama ketenagakerjaan dengan Hokkaido, Jepang, dapat membuka peluang kerja yang lebih beragam bagi masyarakat. Tidak hanya pada pekerjaan lapangan, seperti sopir dan buruh, perluasan kerja sama juga diharapkan menjangkau bidang administrasi serta pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus.

Camat Sukmajaya, Christine, mengatakan Wali Kota Depok menginginkan cakupan kerja sama tersebut diperluas agar kesempatan bekerja di luar negeri dapat menjangkau calon tenaga kerja dengan kompetensi yang lebih beragam.

“Pak Wali ingin kerja sama dengan Hokkaido lebih luas lagi. Bukan hanya pekerjaan sopir atau buruh lainnya, tetapi juga merambah bidang administrasi dan keterampilan lain,” kata Christine, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, minat masyarakat terhadap peluang kerja ke Jepang cukup tinggi. Peminat program pelatihan dan penyaluran tenaga kerja tersebut tidak hanya berasal dari Depok dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Jawa Barat.

“Pelamarnya bukan hanya dari Depok dan sekitarnya, tetapi dari provinsi lain pun banyak,” ujarnya.

Salah satu lembaga yang berperan dalam pelatihan dan penyaluran tenaga kerja ke Jepang adalah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) KOBA MIRAI, yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Lembaga tersebut bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dalam program yang disebut memiliki kuota hingga 1.000 kesempatan kerja.

Besarnya minat masyarakat turut menyoroti kebutuhan fasilitas pelatihan yang memadai. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Depok berencana menjajaki pemanfaatan aset daerah untuk menambah ruang pelatihan bagi calon pekerja.

“Rencananya, KOBA MIRAI akan dibantu untuk memiliki area pelatihan tambahan di Pasar Agung atau menggunakan aset Pemkot lainnya. Namun, tentu harus dikaji terlebih dahulu kelayakannya,” ungkap Christine.

Lantai dua dan tiga Pasar Agung menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan. Namun, pemanfaatan aset tersebut belum diputuskan karena masih memerlukan kajian mengenai kelayakan bangunan dan kesesuaiannya sebagai tempat pelatihan.

Lebih lanjut, Christine juga menyinggung dukungan pembiayaan pelatihan bagi calon pekerja yang akan berangkat ke luar negeri. Meski demikian, bentuk bantuan, sumber anggaran, kriteria penerima, dan mekanisme pelaksanaannya masih perlu dibahas lebih lanjut.

Perluasan sektor kerja menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kerja sama tersebut. Selain membuka kemungkinan bagi calon pekerja dengan keahlian yang berbeda, penjajakan ini juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pemberi kerja di Jepang, kualifikasi yang dipersyaratkan, serta mekanisme penempatan yang berlaku.

Karena itu, peluang kerja di bidang administrasi dan pekerjaan berbasis keterampilan masih perlu dikaji lebih lanjut bersama pihak terkait.

Menutup pernyataannya, Christine berharap, kerja sama dengan Hokkaido dapat ditindaklanjuti melalui kesepakatan dan mekanisme yang tepat sehingga semakin banyak warga Depok memperoleh akses terhadap kesempatan kerja di luar negeri.

“Dengan MoU dan metode kerja sama yang tepat, harapannya akan semakin banyak warga Depok yang bisa mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler