Budaya Betawi di Tengah Perubahan Depok, Pesan Sekda di Penutup Milad ke-26 KOOD

Depok | Sketsa Online – Pelestarian budaya di tengah perubahan Kota Depok tidak cukup dengan mempertahankan tradisi, tetapi harus memastikan kebudayaan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur, saat menutup rangkaian Milad ke-26 Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) dan kontes batu akik.

Mangnguluang mengatakan kegiatan seni dan budaya menjadi ruang penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus mengajak generasi muda mengenal dan meneruskan tradisi.

“Bagaimana kita terus melestarikan seni dan budaya yang ada, khususnya di Kota Depok, sekaligus mengajak anak muda untuk aktif mengenal, mencintai, dan ikut mempertahankannya. Budaya ini bukan hanya untuk kita jaga hari ini, tetapi juga harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Mangnguluang.

Ia menilai budaya Betawi memiliki posisi kuat dalam kehidupan kultural Depok. Berbagai ekspresi yang masih hidup di masyarakat, termasuk seni berbalas pantun, perlu terus dirawat agar tetap menjadi bagian dari identitas kota.

“Kalau kita bicara Depok, meskipun secara wilayah berada di Jawa Barat, seni dan budaya Betawi cukup menonjol dalam kehidupan masyarakat. Kita bisa melihatnya dari berbagai tradisi yang masih hidup, seperti balas pantun dan ekspresi budaya lainnya. Hal-hal seperti inilah yang harus terus kita jaga dan lestarikan bersama agar tetap menjadi bagian dari identitas Kota Depok,” katanya.

Menurutnya, budaya juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kreativitas sekaligus potensi ekonomi masyarakat. Kontes batu akik, misalnya, tidak hanya menampilkan keindahan dan keunikan, tetapi juga membuka ruang bagi seni kerajinan dan pengembangan karya.

“Batu akik bukan hanya berbicara tentang keindahan dan keunikan, tetapi juga memiliki nilai seni dan kerajinan yang dapat mendorong kreativitas masyarakat. Di dalamnya ada potensi yang bisa terus dikembangkan, baik dari sisi karya maupun nilai ekonominya. Mudah-mudahan ke depan potensi ini dapat kita kembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, kegiatan budaya tidak berhenti pada pelestarian tradisi. Di dalamnya terdapat ruang bagi kreativitas, pengembangan kerajinan, sekaligus potensi ekonomi yang dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Mangnguluang menilai pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi lintas unsur diperlukan agar berbagai potensi lokal Depok dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Semoga kebersamaan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat terus terjaga. Dengan kolaborasi ini, insya Allah berbagai potensi yang dimiliki Kota Depok dapat kita kembangkan menjadi kekuatan bersama, membuka ruang bagi kreativitas dan kemajuan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler