Target 190 KPM, Camat Sukmajaya Ungkap Data Terbaru Penyaluran KKS Himbara

Depok | Sketsa Online – Penyaluran bantuan sosial melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Himbara di Kecamatan Sukmajaya, Depok, memasuki tahap III untuk periode Juli–September 2026.

Dari target 190 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sebanyak 116 KPM atau 61,1 persen telah tersalur, sementara 74 KPM atau 38,9 persen masih belum menerima bantuan.

Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli, S.STP., M.A., mengatakan penyaluran tahap III mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako bagi masyarakat di enam kelurahan. Kedua program tersebut diberikan secara nontunai melalui fasilitas perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Sekarang ini periode Juli–September masuk ke tahap III. Bansos PKH dan Sembako merupakan jenis bantuan non-tunai yang diberikan untuk warga Kecamatan Sukmajaya di enam kelurahan,” ujar Christine, Kamis (17/9/2026).

Dalam mekanisme penyalurannya, bantuan diterima KPM dalam bentuk uang yang dapat dicairkan melalui ATM bank Himbara. Bantuan disalurkan setiap tiga bulan sesuai periode yang telah ditetapkan.

“Adapun bentuk yang diterima berupa uang dengan difasilitasi ATM Himbara sebagai sarana untuk mengambil bantuan tersebut,” katanya.

Di sisi lain, angka 190 KPM perlu dipahami sebagai sasaran khusus penyaluran KKS Himbara tahap III. Jumlah tersebut bukan gambaran keseluruhan penerima PKH dan Program Sembako di Kecamatan Sukmajaya.

Jika melihat cakupan kedua program secara keseluruhan, jumlah penerimanya jauh lebih besar. Data Kecamatan Sukmajaya mencatat penerima PKH sebanyak 2.028 KPM, sedangkan Program Sembako mencapai 3.646 KPM yang tersebar di enam kelurahan.

Dalam proses penyaluran secara keseluruhan, masih terdapat penerima dengan status SI (Standing Instruction). Status tersebut menunjukkan bantuan belum diterima KPM karena data penerima masih dalam proses pengecekan di Kementerian Sosial.

Pada PKH, sebanyak 577 KPM atau sekitar 28,5 persen masih berstatus SI. Sementara pada Program Sembako terdapat 553 KPM atau sekitar 15,2 persen dengan status yang sama.

Lebih lanjut, Christine menjelaskan, data SI tersebut merupakan bagian dari keseluruhan penyaluran PKH dan Program Sembako. Karena itu, angka tersebut berbeda dengan 74 KPM yang belum tersalur dari target khusus 190 KPM KKS Himbara.

Besaran bantuan yang diterima KPM juga mengikuti ketentuan masing-masing program. Pada PKH, nominal bantuan berbeda karena disesuaikan dengan komponen yang dimiliki setiap penerima.

“Untuk bantuan PKH nominalnya berbeda-beda atau berdasarkan komponen yang dimiliki,” jelasnya.

Sementara itu, Program Sembako diberikan dengan nominal yang sama kepada seluruh penerima. Dalam periode tiga bulan, nilai bantuan yang diterima setiap KPM sebesar Rp600.000.

“Untuk bantuan Sembako nominalnya Rp600.000 tiga bulan. Semua penerima bantuan Sembako itu sama atau flat,” ungkap Christine.

Kembali pada target 190 KPM KKS Himbara, sebanyak 74 penerima masih belum tersalur. Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan keadaan penerima yang belum diperbarui dalam data administrasi kependudukan.

“Sebanyak 74 KPM belum tersalur karena terdapat perubahan kondisi penerima yang belum diperbarui dalam data,” ucapnya.

Ia menyebut perubahan tersebut antara lain terjadi pada penerima yang telah meninggal dunia, tetapi akta kematiannya belum diperbarui. Selain itu, terdapat penerima yang sudah pindah tempat tinggal dan keberadaannya tidak diketahui oleh pihak RT setempat.

“Dengan adanya 74 KPM yang belum tersalur akibat perubahan data, kami mengimbau warga di Kecamatan Sukmajaya untuk segera memperbarui data administrasi kependudukan. Pemutakhiran data diperlukan agar penyaluran bansos berikutnya lebih tepat sasaran dan tidak kembali terkendala,” tutupnya. (e’ls)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler