Depok | Sketsa Online – Ketua DPD PAN Kota Depok, H. Igun Sumarno, keluar sebagai juara pertama turnamen badminton DPRD Kota Depok dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 DPRD Kota Depok yang digelar di GOR Suwana, Kampung Serap, Tirtajaya, Depok, Kamis (3/9/2026).
Turun langsung ke arena, Igun bersaing dengan sejumlah anggota DPRD dari berbagai partai politik. Pertandingan berlangsung kompetitif dan meriah, dengan kemampuan teknis, stamina, serta konsistensi permainan menjadi penentu menuju podium.
Meski sebagian peserta sudah cukup lama tidak berlatih rutin, persaingan tetap berlangsung ketat. Kemampuan para pemain relatif berimbang karena banyak anggota DPRD memiliki pengalaman bermain badminton.
“Teman-teman ini sebenarnya hampir semua atlet juga di DPRD. Cuma karena mungkin sudah lama tidak latihan, akhirnya pada kaku dan lupa,” kelakarnya.
Kondisi fisik dan minimnya waktu latihan membuat hasil pertandingan sulit diprediksi. Kesiapan pemain, konsistensi permainan, hingga faktor keberuntungan turut menentukan.
“Kalau dari segi permainan, saya kira semua peserta bermain bagus dan kemampuannya juga relatif berimbang. Jadi, selain kesiapan dan konsistensi selama pertandingan, mungkin faktor keberuntungan juga ikut menentukan siapa yang akhirnya keluar sebagai juara,” katanya.
Igun akhirnya mampu menjaga performanya hingga mengamankan posisi teratas. Gelar juara pertama menjadi hasil dari persaingan para legislator lintas partai di arena olahraga.
Namun, bagi Igun, makna turnamen tidak berhenti pada perebutan gelar. Lapangan badminton justru menjadi ruang perjumpaan yang mencairkan sekat politik.
Ia mengatakan, dinamika pertandingan berbeda dengan suasana di ruang parlemen. Jika perbedaan pandangan menjadi bagian dari proses politik, olahraga mempertemukan para peserta sebagai kompetitor yang setara, dengan kemenangan tetap harus diraih secara sportif.
“Selama ini kan otak boleh panas pada saat di parlemen, tapi di sini hati tetap dingin. Sekat politik praktis hilang selama pertandingan berlangsung. Di lapangan olahraga ini sangat membaur. Tidak ada koalisi, tidak ada oposisi. Yang ada kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga juga menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus membangun sportivitas dan hubungan baik antarsesama anggota dewan.
“Turnamen ini kita selenggarakan sebagai bentuk kecintaan terhadap olahraga. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga untuk membangun sportivitas serta kebersamaan di antara anggota DPRD,” tuturnya.
Menariknya, ajang badminton tersebut digelar secara swadaya dengan dukungan dan kontribusi para anggota DPRD. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah bagi tiga pemain terbaik, yakni Rp1,5 juta untuk juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga.
Lebih lanjut, Igun menilai, hadiah bukan inti dari kompetisi. Yang lebih penting adalah terciptanya ruang kebersamaan dan kompetisi sehat di tengah perbedaan latar belakang politik.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen. Antusiasme peserta, menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun suasana yang lebih cair di lingkungan parlemen.
Menutup pernyataannya, Igun menegaskan bahwa turnamen bukan semata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang. Yang lebih penting, pertandingan menjadi ruang untuk membangun kompetisi yang sehat, menjaga kebersamaan, dan menumbuhkan sikap saling menghormati.
“Setiap poin harus diperjuangkan, kemenangan harus diraih secara fair, dan lawan tetap harus dihormati. Sebab dalam olahraga, skor menentukan hasil, tetapi sportivitas menentukan kelas,” tutupnya. (el’s)







