Depok | Sketsa Online – Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab M.M., menyoroti arah Nahdlatul Ulama (NU) setelah Muktamar ke-35. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan baru menjaga kesinambungan perjuangan organisasi, terutama dalam memperkuat peran keagamaan sekaligus merawat komitmen kebangsaan.
Menurutnya, Muktamar memiliki arti lebih luas dari sekadar memilih kepemimpinan baru. Forum tersebut menjadi ruang untuk menentukan arah organisasi sekaligus memperkuat posisi NU dalam kehidupan masyarakat dan kebangsaan.
“Siapa pun nanti yang menjadi Ketua Umum dan pengurus lainnya, tetap istiqamah di jalan NU. Menjaga bangsa, menjaga negara, menjaga Pancasila, dan menjaga agama,” kata Mazhab pada Jumat (28/8/26).
Pesan itu, tidak terlepas dari perjalanan panjang NU dalam sejarah Indonesia. NU telah tumbuh sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang turut mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan, termasuk sejak masa sebelum Indonesia merdeka.
“NU lahir sebelum Indonesia ada. Karena itu, NU punya perjalanan sejarah yang panjang dalam kehidupan bangsa dan negara ini. Bahkan, NU juga menjadi bagian yang melahirkan PPP. Jadi, ada hubungan sejarah dan perjuangan yang kuat antara NU dan PPP,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mazhab mengatakan tantangan kepemimpinan NU ke depan adalah menjaga keseimbangan antara mandat keagamaan dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Konsistensi pada nilai tersebut dinilai penting agar NU tetap mampu memberikan kontribusi di tengah perubahan sosial dan politik.
Perhatian Mazhab juga tertuju pada hubungan historis NU dengan PPP. Ia menyebut kedekatan keduanya tidak berhenti pada hubungan politik, tetapi berangkat dari sejarah perjuangan yang panjang.
“NU juga merupakan bagian yang melahirkan Partai Persatuan Pembangunan. Karena itu, hubungan antara NU dan PPP bukan sekadar hubungan politik, tetapi memiliki ikatan sejarah dan perjuangan yang panjang. PPP lahir dari rahim NU, sehingga apa yang menjadi aspirasi warga Nahdliyin tentu menjadi bagian yang harus kami perjuangkan,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Mazhab menegaskan PPP memiliki ruang dan tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Nahdliyin melalui jalur politik.
“PPP selalu mengiringi perjuangan NU. Karena PPP lahir juga dari rahim NU. Tentu apa yang menjadi aspirasi warga Nahdliyin menjadi kewajiban PPP juga untuk memperjuangkannya,” tegasnya.
Hubungan sejarah tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja politik yang memberi manfaat bagi masyarakat. Aspirasi warga Nahdliyin, harus mendapat ruang dalam proses pengambilan kebijakan melalui jalur politik.
Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Muktamar ke-35 NU. Selain menjadi forum organisasi, Muktamar dinilai memiliki arti penting bagi keberlanjutan peran NU dalam menjaga kehidupan keagamaan, persatuan, dan kebangsaan.
“Sebagai warga negara Indonesia, tentu kami memberikan support dan apresiasi atas terselenggaranya Muktamar yang ke-35 ini,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Mazhab menyampaikan selamat bermuktamar kepada seluruh warga Nahdliyin. Ia menaruh perhatian pada kesinambungan kepemimpinan dan arah perjuangan NU agar tetap berpijak pada nilai agama serta kepentingan kebangsaan.
“Selamat bermuktamar buat seluruh warga Nahdliyin. Semoga Muktamar ke-35 ini berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin istiqamah dalam menjaga agama, bangsa, negara, dan Pancasila,” tutupnya. (el’s)







