Depok | Sketsa Online – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok sekaligus Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi memicu kerusuhan maupun konflik sosial.
Pesan tersebut disampaikan H. Hamzah melalui flyer yang dibagikan di media sosial dengan seruan “Waspada Ajakan Berbuat Rusuh”. Dalam pesan itu, masyarakat diajak menolak segala bentuk kerusuhan, tidak mudah terprovokasi, tidak mau diadu domba, serta bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, menjaga kondusivitas bukan semata-mata menjadi tugas aparat keamanan. Masyarakat memiliki peran strategis dalam mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan kepentingan bersama.
Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok yang memiliki ruang lingkup tugas antara lain berkaitan dengan perekonomian dan pembangunan daerah, H. Hamzah menilai stabilitas sosial merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Situasi yang tidak aman dapat berdampak langsung terhadap kehidupan warga, mulai dari terganggunya aktivitas perdagangan dan usaha mikro dan kecil, mobilitas masyarakat, hingga berkurangnya rasa aman dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, masyarakat juga perlu memiliki kecakapan dalam memilah informasi, terutama konten di media sosial yang berpotensi membangkitkan emosi dan mendorong tindakan destruktif.
“Jangan mudah terprovokasi dan jangan mau diadu domba. Kerusuhan pada akhirnya tidak hanya merugikan pemerintah atau aparat, tetapi masyarakat sendiri. Karena itu, mari kita jaga lingkungan, jaga kampung kita, dan bersama-sama menjaga Indonesia,” ujarnya pada Rabu (12/8/26).
H. Hamzah menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Kritik terhadap kebijakan maupun aspirasi masyarakat tetap memiliki ruang dalam negara demokrasi. Yang perlu dihindari adalah tindakan yang mengarah pada kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.
“Menyampaikan pendapat adalah hak masyarakat, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab. Jangan sampai perbedaan pandangan dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah persatuan dan menciptakan kerusuhan,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dituntut semakin kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi. Konten provokatif dapat menyebar dalam waktu singkat dan berpotensi memperbesar persoalan apabila diterima tanpa verifikasi.
Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memahami konteks sebuah pemberitaan, serta tidak langsung meneruskan konten yang belum jelas kebenarannya. Sikap kritis terhadap informasi menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Ia menilai, menjaga kedamaian juga dapat dimulai dari lingkungan paling dekat. Warga dapat berperan dengan menjaga komunikasi antartetangga, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta segera berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Kita harus membangun kesadaran bersama. Kalau ada persoalan, selesaikan dengan komunikasi dan jalur yang benar, bukan dengan tindakan anarkis. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas lingkungan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara proporsional sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Bagi Kota Depok, kondusivitas memiliki arti strategis karena aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung setiap hari di berbagai sektor. Pasar, pusat perdagangan, usaha kecil, jasa, transportasi, hingga aktivitas ekonomi berbasis lingkungan membutuhkan situasi yang aman agar dapat berjalan secara optimal.
Dengan demikian, menjaga keamanan bukan hanya persoalan ketertiban, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas, kepastian berusaha, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang berupaya memecah persatuan melalui provokasi. Ketahanan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kesadaran warganya untuk menjaga lingkungan dan menyelesaikan persoalan secara dewasa.
“Mari kita bersatu menolak segala bentuk provokasi dan menjaga kedamaian di lingkungan kita. Jangan biarkan perbedaan dimanfaatkan untuk memecah persatuan. Depok harus terus menjadi kota yang aman, kondusif, dan produktif, sehingga masyarakat dapat bekerja dan berusaha dengan tenang, ekonomi terus tumbuh, investasi berkembang, dan pembangunan berjalan berkelanjutan. Keamanan hari ini adalah fondasi bagi masa depan Depok yang semakin maju dan sejahtera,” tutupnya. (el’s)







