Wakil Ketua DPRD Depok Mediasi Polemik Drainase Tugu, Warga dan PUPR Capai Kesepakatan

Depok | Sketsa Online – Polemik pembangunan saluran drainase di kawasan Taman Duta, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, yang sempat memicu penolakan dari sebagian warga RW 15, akhirnya menemukan titik terang melalui musyawarah.

Mediasi yang difasilitasi Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Gerindra, Hj. Yetty Wulandari, S.H., menghasilkan kesepakatan antara warga dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dengan tercapainya kesepahaman tersebut, proyek pengendalian banjir dapat kembali dilanjutkan melalui penyesuaian teknis yang mengakomodasi aspirasi masyarakat.

Yetty menjelaskan, kesepakatan itu menjadi jalan tengah antara kebutuhan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan kekhawatiran warga terhadap potensi dampak aliran air ke lingkungan permukiman.

“Melalui skema yang telah disepakati, saluran drainase tetap dibangun, namun aliran air tidak lagi diarahkan ke Kali Jantung. Sebagai gantinya, sistem drainase akan didukung pompa air yang penempatannya ditentukan berdasarkan kajian teknis,” jelasnya usai rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, GDC pada Kamis (16/7/26).

Solusi tersebut lahir setelah dirinya meninjau langsung lokasi proyek untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan aspirasi warga.

Usai menelusuri jalur drainase hingga titik pembuangan yang dipersoalkan, ia meminta agar pembahasan dilakukan bersama Dinas PUPR, konsultan, dan tim teknis agar solusi yang diambil benar-benar didasarkan pada kajian yang komprehensif.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, saya berdiskusi dengan warga dan meminta waktu agar persoalan ini dibahas bersama Dinas PUPR. Saya juga meminta konsultan dan bidang teknis hadir agar solusi yang diambil benar-benar berdasarkan kajian,” ujarnya.

Hasil pembahasan kemudian melahirkan kesepakatan untuk melakukan penyesuaian pekerjaan melalui mekanisme Change Order Contract (COC).

Melalui skema tersebut, sebagian anggaran tetap digunakan untuk pembangunan saluran drainase, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk pemasangan pompa air sebagai sistem pendukung, tanpa mengubah tujuan utama proyek sebagai upaya pengendalian banjir.

“Skemanya menggunakan Change Order Contract. Sebagian anggaran tetap digunakan untuk pembangunan saluran drainase, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk pemasangan pompa air,” jelas Yetty.

Ia menilai penyelesaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya harus memenuhi aspek teknis, tetapi juga memperhatikan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, proyek dapat berjalan efektif sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga terdampak.

Lebih lanjut, Yetty mengatakan lokasi pemasangan pompa akan ditetapkan berdasarkan kajian teknis yang dilakukan konsultan bersama Dinas PUPR agar sistem drainase berfungsi optimal dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Komunikasi yang terus dibangun antara warga, Dinas PUPR, dan konsultan akhirnya membuahkan hasil. Warga RW 15 menyatakan menerima kelanjutan proyek dengan syarat aliran air tidak dibuang ke Kali Jantung dan sistem pompa menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan.

“Alhamdulillah, warga sudah bersedia menerima. Spanduk penolakan juga sudah dilepas. Kesepakatannya, pembangunan tetap berjalan, tetapi air tidak dibuang ke Kali Jantung dan dilengkapi pompa air,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Yetty menegaskan bahwa penyelesaian polemik tersebut membuktikan dialog dan musyawarah merupakan fondasi penting dalam setiap proses pembangunan daerah.

Komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat dinilai mampu melahirkan kebijakan yang lebih adaptif, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan pembangunan berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, khususnya RW 15, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjembatani komunikasi dengan Dinas PUPR. Alhamdulillah sudah ada titik terang. Insyaallah pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat. Mari kita bersama menjaga Kota Depok, dan mudah-mudahan persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga dapat segera teratasi,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler