Jonggol | Sketsa Online – Ratusan peserta didik baru SMAN 3 Jonggol mengikuti upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lingkungan sekolah yang berlokasi di Perumahan Citra Indah City, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi gerbang awal bagi para siswa memasuki jenjang pendidikan menengah sekaligus menandai dimulainya proses pembentukan karakter, budaya belajar, dan adaptasi terhadap lingkungan sekolah.
MPLS tahun ini tidak sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, ramah anak, dan berorientasi pada penguatan karakter.

Langkah ini selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan pembangunan karakter sebagai fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik diperkenalkan dengan visi dan misi sekolah, tata tertib, budaya akademik, organisasi kesiswaan, serta berbagai program pengembangan akademik dan nonakademik.
Mereka juga memperoleh pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, literasi digital, etika bermedia sosial, pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Suasana pembukaan MPLS berlangsung tertib dan penuh antusias. Seluruh guru dan tenaga kependidikan menyambut peserta didik baru sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 3 Jonggol sekaligus mengajak mereka membangun budaya belajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan saling menghormati.
Humas SMAN 3 Jonggol, Muhamad Suryadi, mengatakan MPLS merupakan fase penting untuk membantu peserta didik beradaptasi dari jenjang SMP menuju SMA.
“MPLS menjadi langkah awal untuk membangun karakter dan budaya belajar peserta didik. Kami ingin mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Muhamad Suryadi.
Lebih lanjut, Ia menegaskan seluruh rangkaian MPLS diselenggarakan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan prinsip edukatif, inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dengan pendekatan tersebut, sekolah berharap seluruh peserta didik dapat beradaptasi dengan cepat dan merasa aman serta nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas pencapaian akademik, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi maupun perubahan sosial.
“Harapan kami, MPLS menjadi titik awal bagi peserta didik untuk membangun karakter, menumbuhkan budaya belajar yang positif, serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. Dengan bekal itu, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat serta kemajuan bangsa,” tutupnya. (el’s)



